• Muslim Indonesia Tersinggung Oleh Ulah Google MAP

    0

    google-maps-logoBANYUASIN,jurnalsumatra.com-Terkait dugaan adanya peta Palestina yang dihapus oleh Google MAP dan digantikan oleh Peta Negara Israel, KH. Mudaris, Pimpinan Ma’had Sabilul Hasannah yang terlatak di Desa Mainan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin  menyayangkan penghapusan tersebut.

    Karena hal itu menyinggung perasaan umat islam”Saya berharap Pemerintah Indonesia agar tanggap dan bisa melakukan langkah-langkah yang bisa membantu Negara tempatnya Rasullah melaksanakan Isra Wal Mi’raj tersebut, sebab negara tersebut merupakan negara yang penuh sejarah bagi umat muslim didunia,”katanya,Senin (8/8) 2016.

    Dia menyatakan sangat tidak setuju dengan adanya penghapusan Peta Negara Palestina, sebab Negara Palestina bagi kami merupakan Negara Kedaulatan yang masih kokoh dan belum kalah meskipun mereka selalu diperangi oleh israel.

    Ditambahkannya, Negara Palestina merupakan Negara sejarah islam yang harus dilindungi dan dibantu oleh negara lain khususnya Indonesia.

    “Palestina itu merupakan tempatnya Nabi Muhammad melakukan Isro’ Wal Mi’raj, dan sampai saat ini Palestina masih diakui oleh Negara-negara besar didunia ini, tidak setuju sekali kalau Petanya dihilangkan di Google MAP, Google harus membuat pernyataan resmi terkait berubahnya peta tersebut,”imbuhnya.

    Masih kata dia, Indonesia ini 85 persen  Pemeluk Islam, maka dari itu Pemerintah indonesia harus bersikap lebih bijak dan cepat membantu permasalahan yang dialami umat muslim indonesia maupun yang ada di Palestina sana.

    “Saya mengharapkan peran penting Pejabat Indonesia khususnya Presiden Republik Indonesia agar bisa membantu negara Palestina dari permasalahan yang mereka hadapi, dan saya juga meminta kepada Pemerintah indonesia agar lebih bijak dalam memperlakukan umat muslim di Indonesia, 80 persen Indonesia ini memeluk islam, yang paling banyak berperan saat merebut kemerdekaan melawan penjajahan yaitu Para santri dan Para Ulama,”tegasnya.

    Senada diucapkan Akip Sag, Sekretaris MUI Banyuasin, menurutnya penghapusan Peta Palestina tersebut merupakan sesuatu yang tidak tepat.

    “Secara pribadi kita lihat dahulu siapa dibelakang Google tersebut, kemungkinan orang yang ada didalam Google tersebut ada rasa kebencian dengan Palestina, sebab Palestina sampai saat ini merupakan negara resmi yang diakui oleh negara besar lainya,”ucapnya.

    Pihak Google katanya, harus mengembalikan Peta Palestina yang selama ini tengah dikenal Publik.

    “Mereka harus memasukan kembali Palestina ke Aplikasi Google MAP, mereka tidak bisa sembarangan menghapus ataupun menghilangkan Peta wilayah Palestina tanpa adanya persetujuan dari Negara lain, sebab Negara Palestina merupakan anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan atas dasar apa Google MAP menghapus Palestina dari Peta mereka,”ujarnya.(lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com