• Muguruza: Diperlukan Keajaiban Untuk Mencapai Final AS Terbuka

    0

        New York, jurnalsumatra.com – Unggulan ketiga asal Spanyol Garbine Muguruza, pemenang Grand Slam yang mampu menaklukkan petenis peringkat satu dunia Serena Williams, akan dinilai dengan standar tertinggi sebagai salah satu ancaman serius untuk meraih gelar AS Terbuka.
    Namun juara Prancis Terbuka berusia 22 tahun itu mengecilkan peluang-peluangnya menyusul kemenangan 2-6, 6-0, 6-3 atas petenis kualifikasi asal Belgia Elise Mertens pada putaran pembukaan yang berlangsung pada Senin, mengatakan kepada para penonton bahwa dirinya akan memerlukan keajaiban untuk mencapai final.
    Meski mungkin tidak diperlukan intervensi dari kekuatan magis, rekor Muguruza pada Grand Slam terakhir tahun ini mengindikasikan bahwa ia akan perlu melakukan sesuatu yang istimewa, setelah tidak pernah melaju lebih dari putaran kedua pada tiga kunjungan sebelumnya ke Flushing Meadows.
    “Menurut saya ini berbeda. Sesuatu telah tercapai pada putaran-putaran sebelum turnamen ini yang Anda yakini, mungkin saya dapat kembali melakukannya,” kata Muguruza. “Anda memiliki ekspektasi-ekspektasi yang lebih banyak, itu sudah jelas.”
    “Tentu saja, mungkin banyak orang yang berbicara. Semua hal ini tidak dapat saya kendalikan… Jika saya tidak dapat mengendalikannya, saya tidak dapat meletakkannya dalam tas saya.”
    Melampaui resume dan peringkatnya, pertandingan pembukaan Muguruza menawarkan sedikit indikasi bahwa dirinya akan meraih gelar Grand Slam keduanya.

        Petenis Spanyol itu memerlukan waktu hampir dua jam untuk menaklukkan Mertens, melakukan tujuh “double fault” sambil hanya mampu mengonversi enam dari 15 peluang “break,” sedangkan petenis peringkat 137 asal Belgia yang menjadi lawannya mampu memaksimalkan sebagian besar peluangnya, mematahkan serve Muguruza sebanyak empat kali dari lima kesempatan.
    Muguruza mengejutkan dunia tenis saat dirinya mampu menaklukkan Williams untuk memenangi gelar Prancis Terbuka pada Juni, dan ia berpeluang merebut peringkat pertama dunia dari petenis AS itu dalam rentang waktu dua pekan ini.
    Muguruza yang menyebut dirinya sebagai gadis desa ini bukanlah penggemar sorotan lampu kota New York, namun petenis Spanyol ini telah melakukan persiapan yang lebih baik untuk sorotan di “Big Apple,” yang akan semakin terang pada setiap kemenangan yang ia dapatkan.
    “Bagi saya, ini sulit sepanjang turnamen,” kata Muguruza, yang selanjutnya akan bertemu petenis peringkat 48 dunia asal Latvia Anastasija Sevastova. “Saya datang sepekan sebelumnya untuk melakukan persiapan dan semuanya.”
    “Saya merasa di sini ada lebih banyak pergerakan, lebih ramai, lebih banyak barang. Ini dikenal juga karena lingkungan dan keramaian dan auranya, perasaan yang dibawa New York.”
    “Menurut saya ini juga istimewa. Ada banyak orang. Mereka mengamati Anda. Mungkin ini tidak setenang Wimbledon, yang disukai semua orang, namun saya menikmatinya.”(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com