• Media Rusia Jajaki Kemiitraan Dengan Pihak Indonesia

    0

        Moskow, jurnalsumatra.com – Media elektronik dan cetak di Rusia menyatakan minat mereka untuk meningkatkan hubungan dengan mitra-mitranya di Indonesia melalui berbagai kerja sama termasuk pertukaran dan pendistribusian berita dan program.
    “Kami telah membuat perjanjian dengan Kantor Berita Antara dan bersedia menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan media lain di Indonesia,” kata Vasily Pushkov, Kepala Pusat Proyek Internasional Rossiya Segodnya dalam pertemuan dan dialog dengan lima wartawan dari Indonesia seperti dilaporkan wartawan Antara, Mohammad Anthoni, dari Moskow, Kamis.
    Sejauh ini LKBN Antara telah menandatangani memoradum kesepahaam (MOU) dengan “Sputnik News Agency” yang berada bersama Rossiya Segodnya pada tahun 2015.
    Dalam pertemuan dan dialog dengan para pimpinan media elektronik dan cetak sepanjang Rabu (17/8), delegasi wartawan Indonesia dipimpin oleh Salamatta Sembiring, Direktur Layanan Informasi Internasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
    Pushkov mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai kantor berita dan media lain di berbagai belahan dunia.
    Valdimir Fessik, Kepala Departemen Hubungan Internasional “Russian Television and Radio Broadcasting Company/VGTRK” juga menyampaikan minat perusahaanya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai media di Indonesia.
    “Kami memiliki stasiun televisi dan radio di Moskow dan puluhan lagi yang bersifat lokal di seantero Rusia,” kata Fessik.
    Selain itu, perusahaan tersebut juga menyasar warga Rusia yang berada di luar negeri melalui berbagai programnya tentang ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial budaya dan olahraga.
    Para pemirsa dan pendengar di dalam negeri juga memperoleh berbagai berita dan informasi di luar negeri yang dikirim para waartawannya, kata dia.
    “Kami bersedia memberikan dukungan bagi wartawan wartawan Indonesia jika mereka ingin meliput di Rusia,” katanya.

        Sejauh ini perusahaan media itu belum memiliki rencana untuk menempatkankorespondennya di Jakarta.
    Sementara itu Vadim Veresschagin, Senior Wakil Presiden Central Partnership, mengatakan, pihaknya ingin menjalin kemitraan dengan mitra-mitra potensial di Indonesia dalam pembuatan dan pengedaran film-film produksi Rusia.
    “Saya pernah ke Jakarta bersama rombongan Wakil Menteri Volin tahun lalu untuk menjajaki kemitraan,” kata dia.
    Ketika berkunjung ke Indonesia, Wakil Menteri Komunikasi dan Mewdia Massa Volin A.K. membawa sejumlah pengusaha di bidang media dan menyampaikan kekinginan mereka untuk meningkatkan kerja sama.
    Dalam dialog dengan rombongan wartawan Indonesia, pimpinan Central Partnership yang berada di bawah perusahaan Gazprom Media,
    lebih benyak mendengarkan masukan-masukan tentang perkembangan industri dan pasar perfilman di Indonesia dewasa ini.
    Selama kunjungan mulai 15 hingga 18 Agustus, delegasi dipimpin Dr Henry Subiakto, staf ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika  bertemu dengan  Wakil Menteri Volin. Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi dan pimpinan  media massa. Indonesia dan Rusia sedang memproses sebuah kesepakatan pemahaman (MoU) yang akan dijadikan landasan untuk kerja sama ke depan.
    Hubungan diplomatik Indonesia-Rusia secara resmi dibuka pada 3 Februari 1950. Dalam perkembangannya hubungan Indonesia-Uni Soviet/Rusia mengalami pasang surut.
    Kedua pihak memandang bahwa media memainkan peran penting untuk penyebaran informasi di berbagai media guna meningkatkan hubungan Indonesia dan Rusia.
    Memasuki abad ke-21 hubungan bilateral Indonesia-Rusia mengalami perkembangan yang signifikan sejak penandatangan “Deklarasi tentang Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21.
    Indonesia dan Rusia telah memiliki sedikitnya 45 perjanjian yanag ditandaataangani dalam berbagaia bidang seperti terorisme, militer, ekopnomi, perdagangan, perbankan, lingkungan hidup, ruang angkasa, nuklir untuk tujuan damai, teknologi, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.
    Presiden RI Joko Widodo mengadakan kunjungan ke Moskow pada 18-21 Mei 2015 dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin. Dalam kunjungannya itu Presiden Jokowi bertemu dengan para pengusaha Rusia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com