• Mahasiswa Dan Akademisi Tolak Pemotongan Anggaran Pendidikan

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Indonesia serta akademisi Universitas Gunadarma, Depok Jawa Barat, menolak rencana pemerintah memotong anggaran pendidikan dalam APBNP 2016.
    “Saya tidak setuju dengan rencana pemotongan anggaran pendidikan, karena menurut saya pendidikan itu nomor  satu,” ucap mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang, Wismoyo Bayu Prabowo dalam wawancaranya dengan Antara dari Jakarta, Senin.
    Wismoyo yang juga Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa di kampus menyayangkan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memotong anggaran pendidikan di saat majunya perkembangan teknologi dan pendidikan.
    Pemerintah berencana melakukan pemotongan APBNP 2016 sebesar Rp50,02 triliun termasuk anggaran Kementerian Pendidikan sebesar Rp6,6 triliun. Penyebabnya adalah seretnya penerimaan negara tahun ini, khususnya dari perpajakan.

         “Penerimaan negara tahun ini akan mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun-tahun sebelumnya. Penerimaan dari sisi pajak akan kurang sekitar Rp219 triliun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sidang kabinet paripurna, Rabu (3/8).
    Dalam waktu dekat pemerintah akan segera merevisi Undang-Undang APBNP 2016 tersebut.
    Pemotongan ini akan berdampak luas pada alokasi anggaran prioritas pendidikan nasional seperti, beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (SM3T), Biaya Operasional kepada Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), beasiswa dosen S2/S3, pendirian perguruan tinggi (PT) baru dan akademi komunitas.
    Selain Wismoyo, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Irfan Wijaya juga tidak setuju dengan rencana pemotongan anggaran pendidikan terutama anggaran untuk beasiswa.
    “Beasiswa sangat diperlukan untuk anak bangsa yang memiliki potensi lebih dan tujuan baik meraih ilmu lebih banyak dan mengubah indonesia yang lebih baik,” kata Irfan.
    Irfan yang juga mantan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa di kampusnya mengimbau pemerintah tidak membatasi anak bangsa dalam mendapatkan beasiswa.
    “Indonesia harusnya mendukung, jangan diberikan batasan kepada mereka yang memiliki potensi besar. Ini pendidikan untuk ilmu yang berlaku seumur hidup jangan di batasi,” ujarnya.
    Akademisi juga tidak setuju
    Akademisi Universitas Gunadarma Dr. Beny Susanti yang akrab dipanggil Susanti juga tidak setuju dengan rencana pemerintah itu.

         Ia mengatakan pemerintah harus memperhatikan pengembangan pendidikan di banyak daerah tertinggal yang juga membutuhkan perhatian lebih seperti memberikan fasilitas yang terbaik.
    “Pendidikan merupakan investasi negara yang sangat berharga, Kebijakan yang salah terhadap dunia pendidikan, akan berdampak secara langsung kepada anak bangsa mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi,” ujar Susanti.
    Susanti yang sudah 19 tahun menjadi dosen Ekonomi ini mengatakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla perlu melakukan pengawasan anggaran secara integral sehingga anggaran yang dikucurkan untuk dana pendidikan melalui kementerian pendidikan benar-benar dapat digunakan secara optimal.
    Harapan mahasiswa
    Wismoyo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana pemotongan anggaran pendidikan dan seharusnya memperbanyak kesempatan meraih beasiswa untuk generasi selanjutnya agar dapat menuntut ilmu setinggi mungkin.
    “Harapan saya agar setiap tahun semakin banyak beasiswa, bukan malah dikurangi,” katanya.
    Irfan juga berharap pemerintah untuk memikirkan matang mengenai rencana itu. Ia menilai masih banyak anak bangsa yang memiliki potensi besar namun tidak memiliki cukup uang untuk menerapkan potensi tersebut.
    “Jangan sampai pemotongan anggaran pendidikan membatasi cita-cita anak bangsa dalam mengenyam pendidikan,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com