• Legislator Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

    0

    Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengingatkan warga yang berdomisili di daerah itu untuk tidak membakar lahan bila hendak membuka ladang pertanian dan perkebunan.
    “Kami mengingatkan, agar warga bisa menahan diri untuk tidak membakar lahan dalam berladang karena akan merusak lingkungan, dan membahayakan karena api sulit dikendalikan di musim kemarau seperti ini,” kata Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya Nenie A Lambung, Jumat.
    Ia mengatakan, bahwa sangat memahami kalau masyarakat juga perlu beraktivitas kerena hal tersebut merupakan mata pencaharian mereka dalam membangun perekonomian keluarganya.
    “Kami hanya berharap kepada masyarakat kalau bisa ditunda dulu mengolah lahan sepanjang musim kemarau, dan tunggu sampai musim penghujan tiba,” kata politikus PDI Perjuangan itu.
    Dia menyatakan kebakaran lahan dan hutan lahan akan berakibat pada pencemaran udara, menimbulkan berbagai penyakit terutama bagi anak-anak. Kebakaran juga berbahaya terhadap lingkungan masyarakat.
    Jika melihat tradisi turun termurun, aktivitas pembakaran hutan dan lahan bertani dan berladang ini sudah dari dahulu dilakukan. Namun dalam kondisi seperti sekarang hendaknya dihindari sebagai upaya mengurangi polusi udara.
    Dia mengatakan, tradisi itu hanya saja orang-orang terdahulu betul-betul paham dan mengerti akan bahaya kebakaran hutan maupun lahan sehingga hasil pembakaran mereka tidak menyebar kesana kemari.
    Anggota DPRD Kalimantan Tengah HM Fahruddin sebelumnya juga mengingatkan Pemerintah se-Kalteng lebih serius menangggulangi kebakaran hutan dan lahan agar bencana kabup asap tidak terulang lagi di tahun 2016.
    Bencana kabut asap yang terjadi di Kalteng pada tahun 2015 harus menjadi pelajaran berharga karena merugikan perekonomian maupun kesehatan, kata Fahruddin.
    “Saya berharap penanggulangan karhutla, Pemerintah se-Kalteng juga melibatkan masyarakat di sekitar pedesaan maupun dan seluruh komponen lainnya,” kata pria yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kalteng itu.
    Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng II meliputi Kabupaten Seruyan dan Kotim ini mengatakan, dalam pencegahannya pemerintah bisa bergerak cepat dengan membentuk tim pengendalian berbasis masyarakat.
    Di mana pengendalian karhutla membentuk organisasi masyarakat peduli api di setiap desa dan juga segera melakukan sosialisasi tentang regulasi yang mengatur pembakaran lahan.
    “Saya yakin Kalteng mampu mengatasi karhutla dan tidak terjadi lagi bencana kabut asap. Terpenting itu, tetap fokus dan serius melakukan pencegahan dan penanganan,” demikian politisi asal Partai NasDem ini.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com