• Kulon Progo Kembangkan Kebun Buah Kelengkeng

    0

         Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merintis kebun buah seluas lima hektere dengan tanaman kelengkeng.
    Kepala Desa Tawangsari Sigit Susetyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan saat ini sudah ada lima hektare rintisan kebun buah di Tawangsari.
    “Tanaman yang ada berupa kelengkeng jeruk manggis bahkan durian. Kami memang berniat membangun kebun buah yang dapat menjadi obyek wisata buah didekat bandara ini,” kata Sigit.
    Ia mengatakan lokasi kebun buah hanya berjarak empat kilometer dari lokasi calon bandara. Saat ini warga masyarakat tengah bersiap ikut menyambut positif kehadiran bandara tersebut.
    Kebun buah tersebut dibuat bersama sama dengan masyarakat. Kebuh buah ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Saat ini sudah ada 2.000 pohon kelengkeng yang ditanam. Sebanyak 200-300 sudah berbuah dan memasuki masa panen. Buah kelengkeng jenis New Cristal dan Citos ini disamping sangat manis, juga dagingnya tebal.
    “Kami programkan di setiap pedukuhan beda komoditas. Kami terapkan one village one product. Maksudnya agar dalam mengelola masing masing menjadi lebih fokus,” katanya.
    Disamping mengembangkan tanaman buah, Sigit juga mendorong warganya untuk mengembangkan kambing potong. Dari kambing ini diambil kotorannya untuk pupuk organik tanaman buah, dan daging kambing untuk melayani pedagang sate.
    Salah satu pengelola kebun klengkeng Desa Tawangsari Untung mengatakan kelengkeng yang ditanamnya dapat tumbuh dengan baik dihampir semua lahan. Yang penting tersedia pupuk kandang dan air untuk menyiram, serta matahari yang penuh 12 jam.

             Menurut Untung, tanaman kelengkeng dapat berbuah sepanjang tahun. “Kami dapat atur kapan ingin berbuah. Antara lain dengan cara pelakukan pemupukan yang khusus tiga atau empat bulan sebelum waktu panen yang diinginkan,” katanya.
    Oleh karena itu, kata Untung, rintisan Kebun Buah Tawangsaro ditargetkan menjadinwisata kebun kelengkeng. Kebun ini akan diatur sedemikian rupa sehingga disisni setiap bulannya ada bagian kebun yang tengah masak buahnya dan siap dipanen.
    “Kami berharap kebun buah ini bermanfaat bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
    Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyambut gembira dengan ide inovati dati Tawangsari ini. Menurutnya, sikap yang cepat tanggap terhadap perkembangan yang ada. Dimana dengan dibangunnya bandara warga siap siap menyambut dengan kegiatan ekonomi .
    “Wisata kebun buah merupakan ide cemerlang, ini pantas dijadikan inspirasi kelompok masyarakat lainnya. Kebun dapat menjadi objek wisata, sementara buahnya juga dapat dipasarkan di obyjk wisata yang lainnya, termasuk dikalanhan yang luas,” kata Hasto Wardoyo.
    “Hasto berharap kepada masyarakat, dalam usaha berkebun supaya memilih jenis produk yang nilai jualnya cukup tinggi. Sehingga keuntungannya cukup signifikan.
    “Dalam pengembangan potensi wilayah, tahun ini digenjot peningkatan infrastruktur jalan. Banyak jakan dilebarkan dan ditingkatkan kualitasnya,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com