• KPAID Dituntut Tuntaskan Kasus Kekerasan

    0

    logo kpaiPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Komisi IV DPRD Kota Palembang, sedang melaksanakan fit and propertes terhadap 14 orang calon Komisioner KPAID untuk periode 2015-2020. nantinya diharapkan siapapun yang terpilih menjadi komisioner KPAID dapat menuntaskan persoalan kasus kekerasan terhadap anak yang masih tinggi.

    “Dari ke-14 calon yang lolos, akan disaring lagi menjadi 8 calon, yang akan diserahkan ke Walikota,untuk dipilih lima sampai tujuh calon Komisioner.Pada tahapan seleksi yang sempat tertunda cukup lama ini,”kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, Syahril Edi, Ahad (28/8).

    “Penjaringan Komsioner KPAID yang baru ini, berangkat dari maraknya kekerasan pada anak di Palembang, sehingga perlu adanya pelayanan lebih, termasuk Komisioner baru agar penananganan kasus kekerasan anak ini, bisa maksimal lagi dengan ditambahnya orang baru,kata politisi PPP ini.

    Syahril menyampaikan, meski ada tiga komisioner KPAID sebelumnya mencalonkan menjadi komisioner lagi, hal itu sah-sah saja dan tidak ada larangan. Tetapi pihaknya akan melakukan rapat intern untuk menentukan apakah ketiganya masih bisa menjadi komisioner di periode selanjutnya.

    “Kita akan tentukan, karena kami punya hak untuk menentukannya. Karena pelaksanaan program KPAID menggunakan pendanaan dari pemerintah melalui bidang Kesra di lingkungan Pemkot Palembang,”urainya.

    Seperti diketahui, Pemkot Palembang kembali melakukan pemilihan Komisioner KPAID Kota Palembang yang baru, karena kepengurusan lama dianggap ‘gagal’ Karena, berdasarkan data KPAID baru-baru ini, tercatat kasus kekerasan seksual terjadi  peningkatan di tahun 2015 lalu hingga 80 kasus dibandingkan tahun sebelumnya 49 kasus.

    Kasus kekerasan ini sejak 2012 cederung tinggi 54 kasus, dibandingkan 2011 ada 21 kasus dan 2010 ada 5 kasus, kemudian meningkat lagi di 2013 79 kasus, tahun 2015 80 kasus, dan hingga Juli 2016 ada 47 kasus.

    Sejak tahun 2010 hingga Juli 2016 kasus kekerasan seksual mencapai 335 kasus. Pelaku 80 persen berasal dari masyarakat menengah ke bawah dan dilakukan secara beragam baik itu orang terdekat, dewasa hingga anak usia 11 tahun.

    Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra, Aprilita Sari mengungkapkan, selama ini kepengurusan KPAID hanya memperpanjang masa jabatan saja, maka dilakukan pemilihan komisioner kali ini.

    “Kali ini komisi dilihat siapa yang pantas dan mampu menjadi komisioner, mendengarkan pendapat dan visi misi mereka mana yang terbaik, tentang kasus-kasus yang ada bagaimana cara mengatasinya, apa saja yang akan dilakukan,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com