• Komisi III Dukung Polda Tangani Perdagangan Manusia

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI memberikan dukungan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur untuk menangani kasus perdagangan manusia yang semakin marak menimpa TKI NTT di Malaysia selama ini.
    “Kami melakukan kunjungan kerja ke Polda NTT untuk memberikan dukungan kepada Polda untuk menangani perdagangan manusia yang marak menimpa tenaga kerja asal NTT di Malaysia,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman yang menangani bidang hukum di Kupang setelah bertemu dengan Kapolda NTT Brigadir Jenderal Widiyo Sunaryo di Kupang, Jumat.
    Dia mengatakan, kasus perdagangan manusia yang menimpa TKI NTT sudah menjadi perhatian nasional karena diduga adanya penjualan organ tubuh korban yang meninggal.
    “Kasus perdagangan manusia bukan hanya terkait penanganan hukum namun juga berkaitan dengan masalah lain yang perlu ditangani oleh Polda,” katanya.
    Politisi partai Demokrat itu mencontohkan kasus terakhir yang menimpa Yufrinda Selan, TKI asal Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang meninggal di Malaysia dan dipulangkan ke kampung halaman dalam kondisi tubuh penuh dengan jahitan.
    “Kita mendorong Polda untuk mengusut kasus Yufrinda Selan untuk memastikan bahwa apakah kematiannya terkait dengan penjualan organ tubuh atau tidak,” katanya.

        Pihak Polda, kata dia, memastikan akan menelusuri kasus tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak keluarga untuk melakukan otopsi ulang terhadap jasad Yufrinda Selan.
    Dia mengatakan bahwa banyak kasus perdagangan manusia yang sulit terdeteksi karena keberadaan mereka di negara lain tidak melalui jalur legal.
    “Kami selalu koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri dan TKI yang terdaftar secara ilegal tentu berada dalam perlindungan hukum negara,” katanya.
    Kapolda NTT Brigadir Jenderal Widiyo Sunaryo menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan untuk menangani kasus perdagangan manusia di NTT.
    “Terkait kasus Yufrinda Selan, kami akan melakukan koordinasi dengan keluarga untuk melakukan otopsi ulang untuk mengetahui apakah terbukti ada penjualan organ tubuh atau tidak,” katanya.
    Selain itu, kata dia, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap aksi oknum tertentu yang memberangkatkan TKI NTT secara ilegal ke luar negeri yang berujung pada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
    “Kami akan menelusuri dan kalau terbukti ada pihak-pihak yang terlibat baik oknum pemerintah atau bukan akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com