• Komisi I : Bilateral Polandia-RI Perlu Ditingkatkan

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Hasil pertemuan antara Komisi I DPR RI  dengan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Joanna Wronecka, di Warsawa, Polandia, menghasilkan bahwa hubungan bilateral Polandia dengan Indonesia perlu untuk lebih ditingkatkan lagi.
    Menurut keterangan tertulis dari Menteri Konselor Kedutaan Republik Indonesia di Polandia Roos Diana Iskandar yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, disebutkan peningkatan hubungan bilateral ini terutama di bidang investasi, pariwisata dan perdagangan.
    Pertemuan tersebut dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dan Dubes RI yang mengawali acara resmi kunjungan DPR RI di Polandia.
    Kunjungan DPR ini bertujuan untuk memberikan penguatan diplomasi parlemen terhadap pelaksanaan politik luar negeri dan pelaksanaan pengawasan DPR RI terkait pelaksanaan kebijakan Pemerintah dan APBN termasuk pelaksanaan tugas Duta Besar/Perwakilan RI. Delegasi terdiri dari 13 orang dipimpin oleh Asril Tanjung.
    Selama kunjungan di Polandia, delegasi melakukan berbagai pertemuan dengan pihak-pihak terkait setempat antara lain Joanna Wronecka, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Polish Defense Holding Company (Polska Grupa Zbrojeniowa/PGZ) dipimpin oleh Arkadiusz Siwko, Komisi Luar Negeri dan Pertahanan SEJM/parlemen Polandia yang dipimpin oleh Przemyslaw Czarnecki (Wakil Ketua), TVP (Televisi Publik Polandia), Direktur Utama untuk Hubugan Internasional Malgorzata Bonikowska, dan Polska Grupa Zbrojeniowa (PGZ)/industri pertahanan negara.
    Polandia mendukung untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Polandia di berbagai bidang termasuk meningkatkan “people-to-people contact”. Dialog yang dilakukan selama ini dilakukan, dan diharapkan dapat semakin ditingkatkan, sangat mendukung peningkatan hubungan bilateral. Demikian ungkap Wamenlu Wronecka pada pertemuan dengan Komisi I DPR RI yang didampingi oleh Dubes RI, 12 Agustus 2016.
    Sementara itu, Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F. Gontha, berpendapat dengan peningkatan ini dianggap perlu untuk juga meningkatkan kapasitas sumber daya KBRI termasuk pengadaan gedung kantor.
    Menurutnya, gedung KBRI saat ini tidak representatif dan kurang dari segi keamanan, sehingga perlu pengadaan gedung baru. Pengadaan gedung baru ini juga merupakan efisiensi keuangan negara mengingat harga sewa yang relatif tinggi yang harus  dibayar negara tiap bulannya
    “Gedung kantor KBRI Warsawa perlu segera dimiliki karena gedung kantor selama ini sudah akan berakhir masa sewanya dan tidak dapat diperpanjang,” katanya.
    Di sela-sela kunjungan ini, Komisi I DPR RI menyempatkan untuk melihat gedung baru yang diusulkan untuk menjadi gedung KBRI dan berpartisipasi dalam kegiatan fun bike yang diadakan oleh KBRI Warsawa dalam rangka menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Kegiatan fun bike ini juga diikuti oleh sedikitnya 200 orang masyarakat Polandia. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com