• Kementerian PUPR Proses Studi Kelayakan Jembatan Palmerah

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang memproses kelengkapan administrasi studi kelayakan pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah (Pantai Palo – Tanah Merah).
    “Studi kelayakan pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur sekarang sedang diproses di Kementerian PUPR,” katanya dalam rilis pers yang diterima Antara di Kupang, Jumat.
    Dia mengatakan saat ini sedang dilakukan pra studi kelayakan dan setelah selesai langsung diserahkan kepada calon investor untuk melakukan investasi.
    “Terkait proses studi kelayakan beserta kelengkapan lainnya harus segera berjalan,” katanya.
    Gubernur NTT dua periode itu mengatakan bahwa proses teknis pembangunan jembatan yang menghubungkan Larantuka dengan Pulau Adonara tersebut akan membutuhkan banyak waktu, namun pemerintahnya berupaya agar dapat selesai secepatnya.
    “Kita usahakan untuk selesai secepatnya sehingga peletakan batu pertama bisa dilakukan oleh Presiden Joko Widodo saat mengikuti puncak Hari Nusantara di Kabupaten Lembata,” katanya.
    Sesuai rencana, lanjut dia, peletakan batu pertama (ground breaking) Jembatan Pancasila-Palmerah akan dilaksanakan setelah rangkaian acara puncak peringatan Hari Nusantara 2016 di Lewoleba ibukota Kabupaten Lembata pada 13 Desember 2016.
    Gubernur Frans Lebu Raya menambahkan target pembangunan jembatan tersebut akan dimulai pada 13 Desember 2016 sesuai dengan penandatangan nota kesepahaman dengan Perusahaan Belanda Tidal Bridge.
    “Dalam penandatanganan nota kesepahaman B-to-B (Business to Business) dengan Tidal Bridge pada 22 April 2016 maka rencana pembangunan mulai dilakukan pada 13 Desember 2016,” katanya.
    Pembanganun jembatan tersebut akan meningkatkan mobilitas masyarakat Kabupaten Flores Timur yang ada di Pulau Adonara dengan Pulau Flores sehingga dapat meningkatkan perkembangan ekonomi di daerah-daerah tersebut.
    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam rilis yang diterima, menilai pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menghubungkan pulau-pulau di provinsi berbasis kepulauan itu.
    Dia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu unsur utama dalam memajukan perekonomian masyarakat daerah-daerah hingga ke pelosok.
    “Ini merupakan langka terobosan yang baik dari pemerintah provinsi untuk dalam membangun daerah mulai dari pinggiran sesuai semangat Nawa Cita Presiden Joko Widodo,” demikian Menteri Tjahjo Kumolo.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com