• Kebijakan “Full Day School” Bias Kota

    0

    Banyuwangi, jurnalsumatra.com- Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas menilai kebijakan “full day school” yang diwacanakan Mendikbud Muhadjir Effendy relatif bias kota dan belum tentu cocok diterapkan di daerah yang jauh dari kota.
    “Prinsipnya kami patuh dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun, alangkah elok jika kebijakan tersebut juga memperhatikan keberagaman wilayah, tantangan-tantangan yang ada di daerah dan karakteristik daerah,” ujar Anas saat dihubungi di Banyuwangi, Selasa.
    Anas mengatakan kebijakan “full day school” tersebut belum pas jika diterapkan di daerah-daerah, apalagi di desa-desa ada anak yang setelah pulang sekolah ikut melihat bapaknya bekerja di sawah atau ikut melihat bapaknya merawat buah naga di kebun.
    “Ada juga yang ikut melihat ibunya membatik. Itu bagian dari pengalaman, interaksi dengan orang tua. Saya bukan menolak berlebihan. Tapi rasanya ‘full day school’ kurang pas diterapkan. Baik dalam konteks filosofi pendidikan di mana tumbuh-kembang anak butuh interaksi banyak dengan orang tuanya, maupun dalam konteks kedaerahan yang macam-macam modelnya,” katanya.
    Oleh karena

    itu, Anas berharap kebijakan Mendikbud itu perlu dikaji lebih mendalam bila diterapkan secara menyeluruh. Banyak aspek harus dipertimbangkan. “Kurang pas jika kemudian pengalaman orang kota dibawa ke orang daerah atau katakanlah orang yang tinggal di desa,” kata dia.
    Lagi pula, sambung Anas, tidak semua orang tua bekerja. Artinya, mungkin ayahnya yang bekerja, sedangkan ibunya di rumah. Atau ibunya bekerja di kantor, sedangkan ayahnya berwirausaha dari rumah.
    “Kan kalau begitu tetap bisa mendampingi anak saat siang hingga sore hari. Saya kira anak tetap perlu banyak interaksi dengan orang tua yang ada di rumah karena pembentukan karakter utama kan sebenarnya dari rumah,” kata Anas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com