• Keberhasilan Penegakan Hukum Bukan Dengan Jumlah Penangkapan

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com-Keberhasilan penegakan hukum di masyarakat bukan terindikasi dengan besarnya jumlah penangkapan yang dilakukan oleh aparat tetapi dengan meningkatnya kualitas keamanan warga, kata anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafi’i.
    “Penegakan hukum bukan ditandai dengan jumlah penangkapan dan barang haram yang disita, tetapi tegaknya hukum akan ditandai dengan semakin berkualitasnya keamanan dan ketertiban di masyarakat,” kata Raden Muhammad Syafi’i dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
    Menurut dia, kalau dengan data penangkapan atau barang haram yang disita, tetapi kejahatan tidak semakin reda, berarti ada sesuatu yang salah.
    Untuk itu, ia menginginkan agar aparat jangan hanya selalu menangani akibat dari suatu sebab, tetapi tidak pernah kemudian menyusuri bagaimana agar akibat itu tidak terulang lagi.
    Hal tersebut, lanjutnya, karena bila penyebab itu terus terulang dan sumber kejahatan yang sebenarnya tidak ditelusuri maka persoalan-persoalan itu juga tidak teridentifikasi.
    Apalagi, politisi Partai Gerindra itu juga menigngatkan bahwa sudah bukan rahasia lagi bahwa lingkungan penegakan hukum di Indonesia sudah terkontaminasi.
    Dia mengimbau kepada pemerintah agar dalam rekruitmen calon aparat penegak hukum itu harus dilakukan dengan seleksi yang benar.
    Hal ini dimaksudkan agar tercipta aparat penegak hukum yang bertanggungjawab dalam melakukan tugasnya untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, bukan untuk kepentingan dirinya atau orang lain.
    Sebagaimana diwartakan, pimpinan Polda Metro Jaya menegaskan telah memecat dua oknum anggota yang terlibat kasus narkoba dengan terpidana mati Freddy Budiman yakni Aipda Sugito dan Bripka Bahri Afrianto.
    “Terkait kasus Bripka Bahri dan Aipda Sugito merupakan mantan anggota (Direktorat) Narkoba Polda Metro Jaya kasusnya sudah lama 2012,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta, Selasa (2/8).
    Awi mengatakan kedua oknum tersebut terbukti terlibat kasus narkoba berdasarkan pengembangan dari Freddy Budiman. Kedua mantan polisi itu terlibat penjualan barang bukti sabu-sabu seberat 200 gram kepada Freddy Budiman.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com