• Jumlah Blangko E-KTP Di Yogyakarta Dipastikan Cukup

    0

    Yogyakarta,jurnalsumatra.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta memastikan jumlah blangko kartu tanda penduduk elektronik masih mencukupi kebutuhan warga sehingga warga tidak perlu khawatir tidak memperoleh layanan.
    “Jumlahnya masih sangat cukup. Kami akan segera mengajukan kebutuhan blangko apabila persediaan menipis,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogykarta Sisruwadi di Yogyakarta, Selasa.
    Pada pertengahan tahun, jumlah blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta mencapai sekitar 14.000 lembar dengan rata-rata 10 permohonan pencetakan e-KTP setiap hari saat belum dilakukan program jemput bola ke wilayah.
    Hingga saat ini, masih ada sekitar 7.500 warga dari total 312.000 warga wajib KTP yang belum melakukan perekaman data sehingga belum mengantongi fisik e-KTP.
    Sejak Juli, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan program jemput bola perekaman data kependudukan ke kelurahan untuk memastikan agar seluruh warga memiliki e-KTP.
    Pemerintah pusat memberikan batas waktu hingga 30 September bagi warga untuk melakukan perekaman data kependudukan agar tidak mengalami kesulitan saat mengakses layanan publik.
    “Antusisme warga untuk melakukan perekaman data kependudukan sangat tinggi. Mereka pasti datang jika tidak berhalangan,” katanya.
    Sebagian besar warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan disinyalir sedang berada di luar kota atau di luar negeri karena bekerja.
    Bagi warga yang berada di luar kota sudah bisa melakukan perekaman data kependudukan di tempat domisilinya tanpa harus pulang ke Yogyakarta. Namun, bagi warga yang berada di luar negeri harus pulang ke tanah air untuk melakukan perekaman data.
    “Kami sudah memberikan undangan ‘by name by address’ untuk melakukan perekaman. Jika tidak hadir maka kami akan meminta RT dan RW untuk klarifikasi apakah warga yang bersangkutan masih penduduk setempat atau sudah pindah atau sudah meninggal dunia,” katanya.
    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta optimistis seluruh warga yang belum melakukan perekaman data penduduk bisa melakukan perekaman hingga akhir September. “Kami tentu optimistis, namun semuanya tergantung komitmen dan kesadaran dari warga sendiri,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com