• Jemaah Haji Sawahlunto Bergabung Ke Kloter X

    0

        Sawahlunto, Sumbar, jurnalsumatra.com – Rombongan jemaah haji asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat(Sumbar), bergabung ke kelompok terbang (kloter) V bersama jemaah asal Provinsi Bengkulu, pada pemberangkatan untuk embarkasi Padang.
    “Sebelumnya 49 orang jamaah haji kota ini terdaftar pada kloter XI bersama jamaah asal Kabupaten Sijunjung, Agam, Kota Padang, namun karena kuota pemerangkatan pada kloter ini berlebih maka pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar memutuskan untuk memajukannya,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama setempat, H Yanfarizal di Sawahlunto, Jumat.
    Dengan perubahan kloter tersebut, jelasnya, pemberangkatan rombongan memasuki asrama haji di Kota Padang praktis mengalami perubahan dan akan diberangkatkan pada 13 Agustus 2016 untuk diterbangkan melalui Bandara International Minangkabau (BIM), Minggu(14/8).
    Perubahan tersebut diperkirakan tidak akan menimbulkan kendala karena secara umum seluruh jemaah sudah siap untuk diberangkatkan, dan pihak pengelola memastikan seluruhnya berada dalam kloter yang sama dan segala perubahan baik secara administrasi dan lain sebagainya sudah diurus oleh pihak penyelenggara.

         “Jadwal pelepasan jemaah haji oleh Wali Kota setempat, Ali Yusuf, akan dilakukan Jumat Siang (12/4) dan lokasi pelepasan dipusatkan di Masjid Babussalam Lubang Panjang, Kecamatan Barangin atau berubah dari perencanaan semula yakni pada 18 Agustus 2016 di Masjid Agung Nurul Islam Kecamatan Lembah Segar,” tambahnya.
    Terkait hasil pemantauan terakhir terhadap kondisi jemaah haji daerah itu, dia mengatakan seluruhnya sudah menjalani tahapan persiapan berupa kegiatan manasik haji dengan baik.
    “Pada tahun ini jemaah tertua adalah atas nama Rabbain(82) dan Sartini Eka Putri (40) sebagai jemaah termuda,” sebut dia.
    Sementara porsi haji yang semula berjumlah 54 orang terpaksa dikurangi karena ada enam orang calon jemaah haji yang mengundurkan diri dengan berbagai sebab.
    “Sebagian besar karena kondisi kesehatan calon jemaah yang tidak memungkinkannya melaksanakan seluruh rukun haji di tanah suci nanti,” ungkapnya.
    Sebelumnya, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, mengimbau seluruh jemaah haji asal senantiasa berdoa untuk dirinya, keluarga, lingkungan dan bangsa Indonesia agar selalu dapat keluar dari persoalan-persoalan sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya.
    “Tanah Suci adalah salah satu tempat yang utama bagi umat Islam untuk memanjatkan doa, bapak dan ibu akan berada di tempat yang mustajab doanya dan ada di waktu yang istimewa,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com