• Isuzu Fanther Seruduk Truk Box, 2 Orang Tewas

    0

    unnamed (30) unnamed (31)KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Tabrakan terjadi antara Minibus Isuzu Panter Touring Nomol BG 2954 LH dari arah Lampung-Kayuagung dengan truk box BG 8160 UI dari arah berlawanan Kayuagung-Lampung yang menewaskan 2 orang penumpang dari mobil isuzu fanter, di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Lempuing Jaya persisnya di jalan lurus hutan tutupan, Minggu (14/8/2016).

    Diketahui penumpang dari mobil isuzu tadi yakni, Arman (35) dan sopirnya Johan Kurniawan (33) warga Desa Tugumulyo kampong 5 Kecamatan Lempuing. Nyawa korban tak bisa diselamatkan, karena benturan terlalu kuat sehingga tubuh keduanya terjepit kepala mobil. Warga yang ingin menolong mereka sedikit kesulitan dan secara berlahan membuka pintu yang sudah rinkset. Sementara sopir mobil truk box Anton selamat dari maut tersebut.

    Menurut informasi dihimpun, kendaraan minibus isuzu fanther terlalu ngebut, kencang sehingga sopir kehilangan control dan setir mobil oleng membuat kendaraan lari kearah jalur kanan, Akibat itu, kendaraan truk box yang berada di posisi berlawanan tak bisa menghindari kecelakaan maut itu.

    Persisnya di kiri jalur truk box, mobil fanther menyeruduk tanpa ada tanda-tanda pengereman Jelas, tabrakan yang menewaskan 2 orang tadi, sangat kencang. akibat kejadian itu, jalur lalulintas di Jalintim Lempuing, tetap lancar dan aman, karena warga dan polisi lalulintas disana membantu mengatur dan mengevakuasi korban kecelakaan.

    Kapolres OKI AKBP Amazona P SIk melalui Kasat Lantas AKP Polin Pakpahan didampingi Kanit Laka Ipda Tri Sapto mengatakan, kedua kendaraan telah kita amankan. Dalam kecelakaan itu 2 korban tewas. Bagian depan mobil isuzu juga rusak parah,” kata Kasat Lantas Polres OKI, AKP Polin Pakpahan.

    Disebutkan AKP Polin, kecelakaan terjadi di Jalintim KM 116 wilayah tutupan. Memang, kondisi jalan mulus dan lurus. Sehingga membuat para sopir hilang kendali dan menyebabkan kecelakaan. “Saya harap sopir lebih berhati-hati, karena jalan mulus bukan tak berarti jauh dari musibah,” harap AKP Polin.

     Untuk itu, ditambahkan Kanit Laka Ipda Tri, sopir harus memahami rambu-rambu lalulintas yang telah di pasang, karena kecelakaan bisa saja terjadi kalau sopir tidak memperhatikannya. Salah satu contoh, jalan lurus dan ada tanda panah tidak begitu tajam. Tetapi sopir masih saja menginjak pedalnya terlalu kuat dapat membuat kecepatan kendaraan lebih tinggi dan bisa berujung maut.

    “Pengendara diminta lebih berhati-hati lagi, kalau capek dan ngantuk silahkan istrirahat di pos polisi ataupun di rumah makan, Karena kalau dipaksa bisa patal jadinya,” ungkap Ipda TrI.

    Sopir truk box Anton dihadapan polisi mengatakan, tabrakan tak bisa dihindari lagi karena, kecepatan mobil lawan terlalu tinggi dan mobil yang dikendarainya juga ngebut karena di depannya tak ada kendaraan lain. “Di depan saya tak ada kendaraan lain, tiba-tiba mobil itu lari ke kanan lalu menbarak,” singkat Anton yang masih dalam keadaan shok dengan kejadian musibahnya. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com