• Indonesia Serahkan NDC Ke UNFCCC Pada September

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Indonesia menargetkan untuk menyerahkan dokumen Nationally Determined Contributions (NDC) kepada Sekretariat Konvensi Perubahan Iklim atau UNFCCC pada September 2016.
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan penyerahan NDC ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia sebagai salah satu Negara Pihak yang termasuk dalam 55 negara pertama yang meratifikasi Paris Agreement (PA) atau Perjanjian Paris pada 22 April 2016 yang lalu.
    Untuk itu, ia mengatakan agar bisa mendukung prinsip-prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR & RC) serta aspek-aspek clarity, transparency and understanding (CTU) dalam proses penyiapan dokumen NDC, maka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan komunikasi publik sebagai bagian untuk mengomunikasikan kemajuan penyusunan dokumen NDC kepada publik atau para pihak.
    Hal ini agar diperoleh masukan dan tanggapan dari semua pihak terhadap substansi atau elemen dalam Dokumen NDC yang secara umum menargetkan Indonesia akan berupaya untuk melakukan penurunan emisi Gas Rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen  (unconditional) dan sampai dengan 41 persen (conditional) dari Business As Usual (BAU) tahun 2030.
    Terkait penyusunan NDC tersebut Menteri LHK mengatakan bahwa sudah ada beberapa proses yang berjalan tentang upaya-upaya Indonesia menindakpajuti Paris Agreement yang sudah ditandatangani oleh banyak negara pada 22 April yang lalu termasuk oleh Indonesia di New York.
    Menurut dia, Indonesia masih punya pekerjaan rumah untuk melakukan harmonisasi dari substansi dalam rangka mitigasi perubahan iklim tersebut, salah satunya adalah menentukan ukuran-ukuran yang diletakkan dalam paket NDC Indonesia.

         “Oleh karena itu kita ingin mendengar masukan-masukan dari para pakar dan para pemangku kepentingan termasuk Kementerian/Lembaga dalam rangka penyusunan dokumen NDC ini,” ujar dia.
    Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Nur Masripatin mengatakan pentingnya Komunikasi Publik dilakukan untuk mengecek bersama-sama, sebenarnya itu target yang realistis itu seperti apa. Dan dari data-data yang dimiliki kemungkinan yang dapat diraih ke depan itu yang akan dipakai sebagai basis asumsi-asumsi yang telah dibuat bersama.
    “Oleh karena itu ada beberapa hal-hal yang kita perlu klarifikasi lintas kementerian, itulah mengapa Komunikasi Publik ini dilaksanakan sebagai proses cross chek,” ujar dia.
    Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa masing-masing sektor harus berkomitmen untuk mencapai target yang nanti sudah dicantumkan pada dokumen NCD, sehingga masing-masing sektor akan jelas tanggung jawabnya dan upaya bersama mewujudkan target pengendalian perubahan iklim yang tercantum dalam dokumen NDC akan tercapai.
    Ada lima sektor yang menjadi fokus aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam NDC, yaitu sektor energi, sektor limbah, sektor IPPU, sektor pertanian, dan sektor kehutanan.
    Komunikasi Publik tentang NDC ini dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim, Ketua Dewan Pertimbangan Dan Pengarah Perubahan Iklim dan para anggotanya, para Pejabat Eselon I dan II Kementerian/Lembaga terkait (Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian), para Penasehat Senior Menteri LHK, tokoh perguruan tinggi, tokoh aktivis, observer, para wakil asosiasi perusahaan, LSM dan rekan-rekan pers.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com