• HNSI Siap Laporkan Kapal Asing Pencuri Ikan

    0

        Medan, jurnalsumatra.com – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara, siap melaporkan kapal nelayan asing yang kedapatan mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.
    “Nelayan tradisional yang melihat langsung kegiatan ‘illegal fishing’ itu segera melaporkan ke Badan Keamanan di Laut (Bakamla) agar dilakukan penangkapan,” kata Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara (Sumut) Pendi Pohan di Medan, Kamis.
    Kapal nelayan asing yang menjarah ikan itu, menurut dia, tidak hanya melanggar hukum dan kedaulatan di Indonesia, tetapi juga merusak sumber hayati yang tedapat di dasar laut.
    “Seluruh biota laut, terumbu karang, dan bibit ikan itu, musnah akibat penggunaan jaring pukat harimau atau trawl yang melanggar ketentuan hukum tersebut,” ujar Pendi.
    Ia menjelaskan bahwa kapal nelayan asing itu tidak hanya membuat tangkapan nelayan kecil makin berkurang, tetapi juga menguras ikan yang terdapat di perairan Indonesia.
    “Kejahatan tindak pidana pencurian ikan yang dilakukan negara asing itu tidak boleh terus dibiarkan, dan harus ditindak tegas,” ucapnya.
    Pendi menambahkan, nelayan asing itu, biasanya sering menangkap ikan di perairan Selat Malaka yang berbatasan dengan Indonesia.

         Kapal ikan itu, dari Malaysia, Tiongkok, Thailand, Myanmar dan negara lainnya yang cukup canggih dan besar, serta sebentar saja mampu mengambil ikan berton-ton jumlahnya.
    Oleh karena itu, kata dia, petugas TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta instansi terkait lainnya harus bersikap tegas terhadap aksi penjarahan ikan tersebut.
    “Petugas Bakamla harus menangkap seluruh kapal nelayan asing yang masih saja mencuri ikan di perairan Indonesia, dan menghukum anak buah kapal (ABK) dengan seberat-beratnya sehingga dapat membuat efek jera,” kata mantan Ketua DPC HNSi Kota Medan itu.
    Sebelumnya, dua unit kapal asing berbendera Malaysia yang mencuri ikan di wilayah perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (29/7), berhasil diamankan Polisi Air Polda Kepri dan Mabes Polri.
    Kedua kapal motor (KM) itu, yakni JMS dengan nomor lambung 00635K dan JMS 00582K.
    Bahkan, dua orang nakhoda bernama Ngujien Hong Ngot dan Nguyen Thanh Hai serta 10 orang ABK turut diamankan petugas kepolisian tersebut.
    Selain itu, juga disita barang bukti berupa alat tangkap jaring berbendera Malaysia dan ikan lebih kurang 1 ton.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com