• Harga Ikan Di Aceh Barat Kembali Melonjak

    0

    Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Harga jual ikan basah di pasar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh kembali melonjak akibat permintaan tinggi sementara pasokan terbatas selama terjadi cuaca ekstrim melanda di perairan laut.
    Imran Yani, salah seorang pedagang di Meulaboh, Senin mengatakan, kenaikan harga ini dipicu oleh banyak nelayan tidak melaut karena kondisi cuaca buruk dalam masa transisi perubahan arah angin membuat gelombang tinggi.
    “Biasanya saya membeli ikan borongan (takaran) dari nelayan satu tong kecil ukuran berat 16 kilogram itu Rp300 ribu tapi hari ini harganya sudah Rp400 ribu, alasan nelayan karena tangkapan sedikit, karena cuaca buruk,” sebutnya.
    Dia merincikan untuk harga ikan jenis ikan Kembung dari biasanya Rp400.000 berat 15 Kg, naik menjadi Rp550.000/tong, apabilapun dibeli maka untuk dijual kembali kepada masyarakat harus diatas harga Rp35.000/tumpuk.
    Tidak jauh berbeda juga dengan kondisi harga ikan tuna, dari biasanya Rp30.000/ekor menjadi Rp40.000/ekor (ukuran 1,5 Kg), tongkol dari biasanya Rp25.000/ekor naik menjadi Rp35.000/ekor ukuran (1 Kg).
    Sebagian para pedagang ikan keliling ini memilih tidak berjualan karena modal yang dikeluarkan takut tidak kembali, bukan hanya karena harga ikan tinggi, namun pengaruh cuaca hujan di daratan juga berdampak terhadap aktivitas mereka.
    “Baru dua minggu lalu musim panas, sekarang sudah musim hujan pula, kalau banyak ikan takut tidak habis terjual. Sudah keluarin modal banyak bukannya untung tapi malah rugi,” keluhnya.
    Lebih lanjut ia menjelaskan, fluktuasinya harga ikan di lokasi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Baroh, karena ketersediaan pasokan ikan dari para nelayan untuk di pelalangan ikanpun tidak seperti biasanya melimpah ruah.
    Sejumlah pedangang ikan yang bergantung pada pembelian di lokasi pasar itu sebagiannya memilih tidak berjualan, sebab bila dipaksakan bisa merugi karena daya beli masyarakat saat kondisi seperti inipun jauh lebih berkurang.
    Imran biasanya berjualan ikan mengunakan kendaraan roda tiga atau becak motor, bersama sejumlah rekan-rekan membeli ikan di lokasi pasar Meulaboh kemudian membawa ikan segar itu dijual hingga ke Kabupaten Nagan Raya.
    “Kami setelah beli ikan disini terus dijual ke rumah-rumah masyarakat bahkan sampai ke Alue Bilie Nagan Raya. Kalau dipaksakan untuk belanja takutnya bisa rugi, untuk kembali modal saja sulit kalau ikan mahal,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com