• Gugus Tugas Harus Meminimalisir Trafficking DI NTT

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Asisten Pemerintahan Setda Nusa Tenggara Timur Yohana Lisapaly mengatakan, gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPO), harus bisa membantu meminimalisir kasus perdagangan orang (trafficking) di daerah ini.
    “Gugus tugas TPPO ini harus bisa termotivasi untuk membantu menangani dan meminimalisir kasus perdagangan orang di NTT,” kata Yohana Lisapaly pada lokakarya penguatan gugus tugas TPPO Provinsi NTT, di Kupang, Kamis.
    Selama ini kata dia, gugus tugas kurang memainkan peran dalam membantu mencegah kasus perdagangan orang di provinsi berbasis kepulauan itu.
    Padahal, aktivitas orang-orang yang terlibat dalam perdagangan orang di daerah itu, terus saja berlangsung sampai ke pelosok-pelosok desa.

         Kasus penangkapan terhadap 13 orang yang terlibat dalam jaringan humas trafficking di wilayah hukum Polres Kupang, beberapa hari lalu menunjukkan bahwa, aktivitas perdagangan manusia terus berjalan.
    Bahkan dalam kasus tersebut, terungkap ada tujuh jaringan perdagangan orang yang beroperasi di wilayah NTT.
    Artinya, jaringan perdagangan manusia ini masih dengan leluasan beroperasi di daerah ini, sehingga TPPO harus bisa berperan dalam membantu penanganan di lapangan.
    Paling tidak, TPPO harus bersinergi dengan instansi terkait untuk bersama-sama dalam mengambil tindakan-tindakan pencegahan, kata Yonana Lisapaly.
    Dia juga berharap, lokakarya ini dapat memberikan penguatan kepada gugus tugas TPPO dalam melaksanakan tugas-tugas pencegahan di lapangan.
    Yohana meyakini, jika semua pihak berkolaborasi dengan baik, maka aktivitas jaringan penjualan manusia ini bisa dipersempit dan mereka tidak bisa leluasa dalam merekrut anak-anak di daerah ini untuk dikirim ke luar wilayah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com