• Gorontalo Utara Terapkan Sisda Cegah Konflik Sosial

    0

         Gorontalo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai menerapkan Sistem Informasi Strategis Daerah (SISDA) dalam rangka mencegah konflik sosial dini di daerah ini.
    Hal itu diungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, Kamis di Gorontalo, usai pengajuan usulan pembentukan SISDA dan tim strategis daerah  dipimpin Bupati Indra Yasin.
    Tim strategis daerah (Strada) sendiri kata Wahab, beranggotakan seluruh Camat, Kapolsek dan Danramil atau unsur pemerintahan di tingkat bawah.
    Tujuannya adalah, mendeteksi seluruh kejadian di tengah masyarakat mulai dari tingkat bawah sehingga pencegahan dini mudah dilakukan.
    Gorontalo Utara merupakan daerah berpotensi maju dan rakyatnya diprediksi cepat sejahtera, sehingga Pemerintah Daerah berusaha mencegah konflik sosial melalui Strada yang didalamnya ada unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda).

         SISDA sendiri kata Wahab, adalah aplikasi yang akan dibuka di ruang publik, baik melalui media sosial maupun hotline khusus yang akan menampung seluruh informasi dalam bentuk apapun.
    Strada akan menginformasikannya kepada masyarakat luas, agar bisa memanfaatkan SISDA sehingga seluruh kejadian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang berpotensi konflik bisa dicegah sedini mungkin.
    Meski angka kriminalitas dan konflik sosial di daerah ini tergolong rendah, namun dibutuhkan inovasi untuk segera mengantisipasi konflik sosial secara berkelanjutan.
    Wakil Bupati Roni Imran mengaku sangat mendukung program SISDA tersebut. Pemerintah Daerah pun memberikan dukungan sepenuhnya, pada deteksi dan cegah dini konflik sosial melalui keterpaduan aparat di tingkat bawah.
    Hingga kini, Gorontalo Utara tergolong daerah paling aman di Provinsi Gorontalo. Namun tindakan waspada harus selalu diberlakukan mengingat daerah aman biasanya banyak sasaran.
    Diantaranya dari peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba), mengingat daerah ini sangat terbuka, berada di wilayah pesisir dan masyarakatnya heterogen.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com