• Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasi

    0
    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Palembang, jurnalsumatra.com -  Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas dihadapan ratusan masiswa baru Fisipol Unsri berpesan agar belajar dan berorganisasi untuk menghadapi ekonomi global Asia Tenggara atau lebih familiar saat ini  dengan sebutan MEA.

    Hal ini dituturkan Giri berdasarkan pengalamannya menuntut ilmu di Universitas Indonesia saat masa remajanya dan pengalaman berorganisasai. Beberapa factor yang signifikan untuk mahasiswa Unsri mempersiapkan diri guna menjadi tenaga muda yang handal adalah berkenaan dengan bahasa dan etos kerja.

    Saat ini Negara Negara yang mayoritas menggunakan bahasa inggris banyak diserbu tenaga kerja yang memiliki etos dan kemampuan kerja tinggi namun rela dibayar murah, kondisi ini tentunya sangat minim terdapat di Palembang maupun Sumsel. Sehingga nantinya akan menurunkan daya saing lapangan kerja untuk putra putra Sumsel.

    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Tenaga kerja Indonesia di luar negri kalah dengan tenaga kerja Filipina, mereka mayoritas bekerja jadi pelayan took dan beberapa lapangan kerja yang dibayar murah, naifnya tenaga kerja Indonesia hanya sebatas cleaning service saja. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki keahlian baik sisi bahasa juga etos kerja, jelas Giri.

    Lebih Lanjut Kemenakan Taufik Kiemas Bapak Bangsa yang menelurkan Konsep empat  pilar kebangsaan ini menjelaskan, Sumsel dalam mengejar pembangunan telah memiliki upaya maksimal sampai Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersamanya menemui Presiden Indonesia Joko Widodo untuk meminta proyek LRT yang seharusnya untuk Kota Surabaya. Presiden dengan legowo meluluskan permintaan tersebut walaupun dirinya di Provinsi Sumsel mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden lalu.

    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Giri : Mahasiswa Harus Belajar dan Berorganisasai

    Dijelaskan Giri strategi pembangunann dari sudut obyek, dapat dibedakan strategi perubahan yang ditujukan pada :

    1. sistemnya, baik sistem politik, sistem manajemen maupun sistem budayanya.
    2. sumber daya manusianya, baik kuantitas maupun kualitasnya.
    3. lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya.

    Strategi implementasi otonomi daerah akan sangat ditentukan oleh determinan :

    1. aktor yang menggagas dan mengawal perubahan;
    2. sistem perubahan yang disepakati;
    3. arah perubahan yang dikehendaki;
    4. kecepatan perubahan yang diinginkan;
    5. pihak-pihak yang dilibatkan dalam perubahan.

    Asean Free Trade Area (AFTA) 2015 dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah di depan mata. Banyak peluang dan tantangan yang akan dihadapi Indonesia menjelang AFTA dan MEA. Era perdagangan kawasan ASEAN (AFTA) yang bakal berlangsung mulai 2015, menjadi tantangan serius bagi perusahaan dalam mengoptimalisasi sumber daya, kinerja, sistem manajemen, dan teknologi informasi.

    Menitikberatkan pembangunan infrastruktur strategis terutama:

    Pembangunan jalan, pelabuhan, jaringan infrastruktur   lainnya         untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api

    Pemantapan hilirisasi industri pengolah hasil pertanian dan pertambangan

    Pengembangan pariwisata berstandar internasional.

    Peningkatan mutu sumber daya manusia

    Pengurangan pengangguran dan kemiskinan

    Pemberdayaan masyarakat

    Peningkatan produktivitas dan nilai tambah pertanian

    Percepatan pembangunan pedesaan dan daerah tertinggal. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com