• Gelar Coffee Morning, Bahas Antisipasi Konflik

    0

    14192658_10202307578808258_3391175915207274945_nKAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com - Mengantisipasi terjadinya konflik di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Polres OKI menggelar kegiatan coffee morning dengan tokoh-tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, ormas dan insan pers baik media cetak maupun elektronik. Kegiatan tersebut di gelar di Mapolres OKI, Rabu (31/8/2016).

    Pada acara coffee morning yang mengambil tema “Wujudkan Kabupaten OKI Yang Aman & Kondusif, Melalui Kebersamaan & Kerukunan” ini dihadiri langsung oleh Kapolres OKI, AKBP Amazona Pelamonia SH SIk, Sekda Kabupaten OKI, H Husin SPd MM, Ketua DPRD OKI, HM Yusuf Meski SSos, Dandim 0402/OKI-O, Letkol Kavaleri Dwi Irbaya Sandra SSos, Sekertaris PWI OKI Idham Syarief.

    Dari pantauan Jurnalsumatra.com pada kegiatan coffee morning tersebut, berbagai masukan dan pendapat dikemukakan dalam acara coffee morning join analis bernuansa diskusi interaktif yang kesemua bertujuan bagaimana bentuk upaya mewujudkan kabupaten OKI aman, kondusif melalui kebersamaan dan kerukunan khususnya dalam bidang keagamaan.

    “Kita apresiasi kegiatan coffee morning yang diselenggarakan oleh polres OKI dan sebaiknya kegiatan seperti ini terus dilakukan demi mewujudkan kebersamaan dan kerukunan antar agama,” ujar Ikhsan Hamiri sekretaris Muhammadiyah OKI.

    Sementara itu, Sekda OKI H Husin SPd MM mengatakan, dari sekian pembicaraan tadi dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan kerukunan umat beragama adalah tanggung jawab bersama dan bila tidak dikelola dengan baik maka akan terjadinya konflik.

    Ditambahkannya, salah satu upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama seperti menggalakkan kegiatan gotong royong dalam masyarakat, ciptakan toleransi antar agama misalnya dengan saling menghormati kegiatan keagamaan ataupun lainnya.

    Pada kegiatan tersebut juga, Sekretaris PWI OKI, Idham Syarief memberikan pendapatnya, seringnya terjadi konflik terkadang hal sepeleh yang dimanfaatkan provokator, sehingga terjadilah konflik akibat provokasi tersebut.

    Masih menurut pria yang akrab disapa Ata tersebut, provokasi seringkali terjadi saat adanya konflik, baik didunia nyata maupun melalui media sosial.

    Untuk itu, Ia mengharapkan segala kalangan agar tetap dapat menyaring apa yang didengar, seperti di media sosial jangan mudah terprovokasi dengan postingan yang bersifat sara, jika benar adanya laporkan kepolisi jangan malah ikut serta membagikan kiriman tersebut.

    “Ada tiga langkah untuk mengindari terjadinya konflik bagi pengguna media sosial, yakni, terlebih dahulu mencermati, telusuri dan laporkan. Jadi jika ada informasi berbentuk penyerangan melalui media sosial dan telah ditelusuri kebenarannya, lalu laporkan ke pihak kepolisian,” Ujar Ata.

    Pada kesempatan itu juga Kapolres OKI, AKBP Amazona Pelamonia SH SIk mentakan semua masukan dan pendapat dari berbagai kalangan yang telah dikemukan menjadi PR bagi kami, termasuk antar umat beragama, konflik lahan maupun masalah premanisme,” ungkapnya.

    Dalam mengambil upayah keseriusan, hendaknya ada laporan kepada pihak kepolisian kerena kami tidak bisa mengambil tindakan jika tidak ada laporan,” jelasnya sambil mengatakan terkait permasalahan premanisme kami akan melakukan oprasi agar tindak tanduk mereka tertangkap tangan.

    Dilanjutkannya, terkait masalah pencurian dengan kekerasan dan pemberatan, kita akan membuat tim khusus. Yang pastinya kita harus terjalin komunikasi dan koordinasi kebersamaan untuk meminimalisir semuanya. (RICO)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com