• Eksibisi Bola Tangan PON 2016 Terkendala Lapangan

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Pertandingan eksibisi cabang olahraga bola tangan (handball) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat terkendala lapangan meski demikian tetap dijalankan dan pelaksanaannya dilakukan sebelum pembukaan kejuaraan empat tahunan itu.
    Wakil Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Amarta Imran di Jakarta, Selasa mengatakan, demi menggelar pertandingan eksibisi ini pihaknya bekerja keras untuk mencari lapangan. Beruntung, di Bandung ada lapangan yang sesuai dengan kriteria.
    “Kami menggunakan Lapangan Progresif karena lapangannya sesuai dengan standar yaitu 20X40 meter. Cukup sulit kami mendapatkan lapangan ini,” katanya di sela Pembekalan Pewarta Olahraga dalam rangka Fasilitas Manajemen Even Olahraga Tahun 2016 di PP PON Cibubur.
    Menurut dia, pertandingan eksibisi cabang bola tangan dilakukan lebih awal yaitu 2-8 September. Adapun peserta kejuaraan yang memadukan futsal dan basket ini berasal dari sembilan provinsi yang di antaranya adalah DKI Jakarta dan Papua.
    Pria yang juga seorang pengusaha ini menjelaskan, kesulitan lapangan sebenarnya tidak hanya terjadi saat PON 2016 saja, namun juga terjadi dihampir semua daerah yang saat ini berusaha mengembangkan cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade itu.
    “Di Jakarta saja juga susah. Ada beberapa yang sesuai dengan standar yang satu diantaranya di PP PON ini. Selain itu ada di Bogor, tapi fasilitas pendukungnya belum memadai,” katanya menambahkan.
    Meski banyak kendala termasuk masalah sumber daya manusia, Amarta dan ABTI tetap berjuang untuk terus mengembangkan salah satu cabang olahraga tertua itu yang salah satunya dengan mengenalkan ke sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.
    Target yang dicanangkan saat ini, kata dia, lebih fokus ke pengenalan dan masih mengkesampingkan beberapa aturan terutama lapangan yang digunakan. Selain itu juga fokus dalam menyiapkan wasit karena untuk memimpin pertandingan bola tangan membutuhkan keahlian khusus.
    “Misal lapangan belum standar, kami mengurangi jumlah pemain. Seharusnya ada tujuh pemain. Kerena demi pengenalan kami sesuaikan dengan kondisi misal dengan menggunakan empat pemain. Yang jelas sosialisasi terus berjalan,” katanya menegaskan.
    Cabang bola tangan sebenarnya sudah tidak asing di Indonesia. Pada PON 1951 di Solo, Jawa Tengah, cabang olahraga ini sudah dipertandingkan. Namun, federasi bola tangan sendiri baru dibentuk pada 2009 dan menjadi anggota KONI pada 2015.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com