• Dumai Kesulitan Gunakan Dana Bankeu Rp119 Miliar

    0

    Dumai, Riau, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Dumai pada tahun ini menerima dana bantuan keuangan Provinsi Riau sebesar Rp119 miliar, namun terkendala dalam pemanfaatan karena tidak ada konsultan pengawas dan perencana.
    Kepala Bagian Keuangan Setdako Dumai Harman di Dumai, Jumat, menyebutkan, bankeu yang diterima Dumai setiap tahun mengalami peningkatan, karena 2015 lalu mendapat Rp42 miliar, dan dibanding 2016 dapat tambahan sekitar Rp77 miliar.
    “Dalam pengelolaan anggaran bantuan keuangan ini kita kesulitan karena tidak disertai konsultan perencana dan pengawas, sehingga penyerapan kurang maksimal,” kata Harman kepada pers.
    Pengelolaan dana bankeu yang diterima Dumai, lanjut dia, dipergunakan untuk dua kegiatan yaitu fisik dan nonfisik atau untuk pembiayaan honor guru bantu provinsi yang mengabdi di daerah.
    Guna mengatasi kendala ini, Pemkot Dumai pernah menyurati Pemprov Riau terkait anggaran untuk membiayai konsultan perencana dan pengawas, namun saat itu hanya disetujui pemakaian dana konsultan pengawas.
    Sedangkan untuk pembiayaan konsultan perencana, terpaksa harus dianggarkan oleh Pemkot Dumai dan baru bisa digunakan setelah Rancangan APBD Perubahan disahkan DPRD diprediksi mendekati akhir tahun nanti.

         “Kendala ini menyebabkan serapan bantuan keuangan dari Pemprov Riau tidak terlaksana penuh,” ucapnya.
    Dia berharap bankeu yang digulirkan pemerintah provinsi diberikan secara penuh ke daerah dengan diserti anggaran konsultan pengawas dan perencana supaya proses pembangunan dapat terlaksana cepat.
    Sebelumnya, Wali Kota Dumai Zulkifli As menyatakan progres serapan anggaran daerah hingga akhir Juli 2016 baru mencapai 40 persen karena beberapa proyek belum terlaksana akibat penurunan dana perimbangan daerah dari pusat.
    “Akibat pemotongan dana bagi hasil, kita terpaksa menunda sejumlah proyek dan melakukan penyesuaian anggaran untuk program prioritas,” ungkap walkot.
    Namun politisi Nasdem ini optimis realisasi serapan APBD bisa optimal jelang berakhir tahun karena kegiatan sudah mulai berjalan sesuai visi misi pembangunan daerah, yaitu Dumai menuju makmur dan madani.
    Sejauh ini, Pemkot Dumai juga sudah menyelesaikan proses tender 60 paket pengadaan barang dan jasa pemerintah senilai Rp69,314 miliar, atau 76,9 persen dari total keseluruhan jumlah kegiatan yang diluncurkan sebanyak 78 proyek tahun 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com