• Dua Dari Tiga ABK Fitrah Dikabarkan Selamat

    0

         Painan, jurnalsumatra.com – Dua dari tiga anak buah kapal (ABK) Tunda Fitrah 03 asal Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) yang tertabrak Kapal Tanker di perairan Bengkulu dikabarkan selamat.
    Pemilik Fitrah 03, Eli (45) di Painan, Jumat mengatakan informasi itu ia dapatkan dari saudaranya yang menetap di Bengkulu pada Rabu (10/8).
    Dari informasi itu diketahui bahwa salah seorang ABK bernama Gesok (41) diselamatkan oleh ABK kapal penangkap ikan tuna dalam keadaan terombang ambing di lautan.
    Namun mereka yang menyelamatkan tidak bisa Berbahasa Indonesia dan diduga merupakan kapal luar negeri.
    Selang beberapa lama berkoordinasi dengan teman-temannya melalui radio pemancar ternyata ada di antara mereka yang bisa Berbahasa Indonesia.
    Setelah berbincang-bincang dengan Gesok diketahui bahwa kapalnya ditabrak kapal tanker.

         Setelah itu kapal yang diduga milik negara asing ini terus berkoordinasi dan di antara mereka juga mengatakan telah menemukan salah seorang nelayan yang terombang ambing di lautan dan mengaku satu kapal dengan Gesok.
    Karena percakapan via radio ini terus berkembang akhirnya Alek yang merupakan saudara pemilik kapal Tunda Fitrah 03 pun mengetahuinya, setelah ditindaklanjuti ia pun sadar bahwa ABK yang diselamatkan itu adalah ABK Tunda Fitrah 03.
    “Alek pun menelpon saya, agar informasinya valid ia saya minta untuk datang ke Kecamatan Lengayang dan kami melaporkan hal itu ke Camat Alfis Basyir,” ungkapnya.
    Dengan kejadian ini ia berharap pemkab setempat segera menurunkan tim untuk penyelamatan para korban.
    Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan, Yozky Wandri mengatakan pihaknya masih memastikan titik koordinat kapal yang diduga tertabrak itu.
    “Apabila titik koordinatnya kami dapatkan maka kami akan segera mengkoordinasikannya dengan pihak terkait lainnya,” sebutnya.
    Kapal Tunda Fitrah 03 memiliki tiga orang ABK diantaranya Gesok, guntur (55) dan gudud (25) mereka mulai melaut pada 29 Juli 2016 dan biasanya melaut paling lama hanya 10 hari.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com