• DKP Lebak Optimalkan Bantuan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

    0

        Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan berbagai program bantuan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah itu.
    “Kita terus menyalurkan bantuan program yang digulirkan pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” kata Kepala DKP Kabupaten Lebak Tubagus Aep Saepudin di Lebak, Senin.
    Selama ini, bantuan untuk menigkatkan kesejahteraan nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak terus dilakukan melalui program asuransi jiwa, kesehatan, alat tangkap, sertifikat rumah dan pendidikan anak nelayan.
    Selain itu, bantuan pembangunan infrastuktur jalan, turab pencegah erosi dan gedung tempat pelelangan ikan (TPI).
    Penyaluran bantuan tersebut guna meningkatkan produksi ikan tangkap sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan.
    Bahkan, pihaknya belum lama ini telah menyalurkan bantuan alat tangkap melalui program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri (Sekaya Maritim) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada nelayan sebanyak 46 kelompok usaha.
    “Kami optimistis bantuan itu dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,” katanya.
    Ia juga mengimbau nelayan Kabupaten Lebak mendirikan koperasi sebagai salah syarat untuk menerima berbagai program bantuan pemerintah.

        Penyaluran bantuan kepada lembaga koperasi nelayan dapat memutus mata rantai kemiskinan dibandingkan bantuan perorangan.
    Selain itu, bantuan kepada lembaga koperasi dinilai tepat sasaran dan tidak menyalahi mekanisme aturan.
    “Kami yakin melalui bantuan lembaga koperasi itu dipastikan akan terjadi perguliran ekonomi hingga menikmati kesejahteraan oleh nelayan sendiri dan bukan juragan lagi,” katanya menambahkan.
    Di tempat terpisah Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan sebanyak 3.000 nelayan di daerah itu menerima kartu asuransi kecelakaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
    Pemberian asuransi tersebut untuk melindungi nelayan jika sewaktu-waktu mengalami kecelakaan laut.
    Apalagi, Perairan Banten selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia terkenal memiliki gelombang tinggi dan tiupan angin kencang.
    Cuaca seperti itu, kata dia, berpotensi menimbulkan kecelakaan laut bagi nelayan.
    Karena itu, KKP memberikan bantuan asuransi kecelakaan terhadap 3.000 nelayan yang tersebar di 10 unit tempat pelelangan ikan (TPI).
    “Kami menargetkan seluruh nelayan Lebak pada 2017 sudah memiliki kartu asuransi kecelakaan,” katanya.
    Sejumlah nelayan di TPI Binuangen Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak mengaku merasa lega setelah menerima kartu asuransi dari KKP untuk perlindungan dari kecelakaan sebab saat ini nelayan jika terkena musibah kecelakaan laut akibat cuaca buruk ditanggung biaya oleh keluarga.
    “Kami berharap asuransi itu dapat melindungi kami,” kata Mulyadi (45) seorang nelayan di TPI Binuangeun, Kabupaten Lebak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com