• DISPERINDAG: Masalah Listrik Hambat Kemajuan Industri

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Timur Simon Sabon Tokan mengatakan kemajuan sektor industri di daerah ini belum menunjukkan trend positif, karena salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya kebutuhan listrik yang memadai.
    “Listrik masih menjadi salah satu faktor penyebab belum majunya sektor industri skala kecil dan menengah serta pabrik di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini,” katanya kepada Antara di Kupang, Jumat.
    Menurut dia, kemajuan sektor industri sangat bergantung pada ketersediaan daya listrik, sehingga hal ini menjadi salah satu penghambat bagi para investor untuk menanamkan modalnya di sektor industri.
    Dia mengatakan penggunaan listik di provinsi berbasis kepualauan itu  masih mengandalkan tenaga diesel dari Perusahaan Listrik Negara, berbeda dengan daerah lain seperti di Jawa, Bali yang sudah mengembangkan energi alternatif dengan memanfaatkan kekuatan gelombang air, arus air, maupun angin menjadi pembangkit listrik.
    “Di NTT belum ada pengusaha yang berinvestasi ke arah itu sehingga kita masih mengandalkan listrik diesel. Kita berharap, dengan terus berkembangnya energi terbarukan dapat mendorong pertumbuhan industri di daerah ini,” ujar Simon Tokan.
    Mantan Kadis Nakertrans NTT menambahkan Pemerintahan Gubernur NTT Frans Lebu Raya terus berupaya mendorong dan menarik para investor untuk menanamkan modalnya di sektor kelistrikan.
    Dengan demikian, akan bisa mendukung pertumbuhan sektor industri di daerah ini yang terkesan “hidup enggan mati tak mau”, ujarnya.
    General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur  Richard Safkaur mengakui bahwa kebutuhan listik di NTT terutama di Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi masih sangat terbatas, sehingga perlu penambahan daya.
    “Kota Kupang yang menjadi ibu kota provinsi tentu memerlukan daya listrik yang memadai bahkan harus lebih karena menjadi faktor penentu kemajuhan investasi dalam menumbuhkan perekonomian,” katanya kepada Antara di Kupang.
    Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya membangun jaringan listrik tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga ke daerah-daerah kabupaten di porvinsi berbasis kepulauan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik.
    “Semoga kebutuhan listrik di Kupang dan juga daerah lain di Pulau Timor bisa lebih memadai di tahun depan setelah penambahan pasokan daya listrik dari kapal pembangkit sebesar 60 MW dari pemerintah pusat,” katanya.
    Tidak hanya Pulau Timor, lanjut dia, secara keseluruhan NTT mendapatkan tambahan daya listrik sebesar 225 MW tersebut merupakan pembagian dari program nasional pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk pengadaan listrik di seluruh wilayah Indonesia sebesar 35.000 MW.
    “Tambahan daya tersebut akan memberikan angin segar bagi masyarakat untuk kebutuhan listrik dan juga pengusaha untuk mulai melirik NTT sebagai tempat berinvestasi,” demikian Richard Safkaur.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com