• Direktur RSUD Kayuagung Anak Emas Bupati OKI

    0

    2fdccc89-b1f7-420b-b851-58be7db2ef9fKAYUAGUNG, Jurnal Sumatra – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Madani (LSM Indoman) Ir Amrizal Aroni menjuluki Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Dr Dedi Sumantri Anak Emas Bupati OKI Iskadar SE.

    Menurutnya, dia sering mengamati pemberitaan tentang RSUD Kayuagung dengan masalahnya dan juga khususnya Direktur RSUD Dr Dedi Sumantri, yang dia nilai alergi kritik dan masukan bahkan alergi terhadap wartawan, namun dia menilai justru Dr Dedi merupakan sosok yang cocok menurut Iskandar.

    “Saya heran dengan bupati OKI, dan saya bertanya Tanya? Jasa apa yang telah diperbuat Dr Dedi terhadap Iskandar SE?,” tegas Amrizal.

    Masih menurutnya, Ironis jika Bupati OKI mempertahankan Kriteria orang seperti Dr Dedi, karena RSUD merupakan salah satu ujung tombak untuk pelayanan masyarakat, tapi jika direkturnya tidak becus dalam bekerja kenapa dipertahankan.

    “Kerap saya baja keluhan tentang rumah sakit kayuagung, baik pelayanan, serta kesalahan dalam menjalankan tugas,” terang Amrizal saat dimintai komentar tentang kaburnya Direktur RSUD saat hendak diwawancarai wartawan.

    Sebelumnya, sejumlah wartawan usai menghadiri acara pembukaan musyawarah daerah Partai Amanat Nasional (PAN) di gedung kesenian Kabupaten OKI, Senin (8/8/2016).

    Dedi Sumantri ketika dibincangi media mengenai buruknya infrastruktur di rumah sakit kayuagung langsung meminta para awak media untuk datang ke kantornya dan saat sejumlah media mencecar beberapa pertanyaan dirinya berpura-pura mengangkat telpon.

    “Bentar ya saya terima telpon dulu,”ujarnya dan langsung berlari menuju ke mobilnya tanpa menghiraukan panggilan para awak media.

    Para awak media yang ingin mengklarifikasi terkait pernyataan Irma Suryani, SE Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) saat meninjau kondisi rumah sakit kayuagung pada Minggu pagi (7/8/2016).

    Sebelumnya, Anggota DPR RI Dapil Sumsel II ini menilai rumah sakit kayuagung masih belum layak dan bisa dikatakan yang paling buruk.

    “Rumah sakit kayuagung ini mungkin yang paling buruk dari semua rumah sakit yang ada, bisa kita lihat infrastruktur yang ada di RSUD Kayuagung ini banyak yang retak-retak jebol, drainasenya tadi kita lihat bolong semua,”katanya.

    Menurutnya, hasil sidak yang dilakukan ini nanti akan disampaikan kepada pemerintah harus segera ada bantuan harus ada perbaikan. “Kemarin kita sidak di RSUD Muara Enim jika dibandingkan dengan dengan RSUD Kayuagung sangat jauh bahkan kelas satu di Kayuagung setara dengan kelas tiga di Muara Enim, ditambahlagi kebersihan jauh sangat jauh,”kata Irma membandingkan.

    Rico salah seorang wartawan yang sempat diwawancarai mengatakan, Dr Dedi merupakan direktur yang anti terhadap wartawan, berbeda dengan direktur RSUD lainnya.

    “Dia tergolong direktur yang alergi, terhadap wartawan,” ungkap Rico seraya menambahakan jika tawaran untuk menemui ke kantor merupakan basa basi untuk “kabur” dari pertanyaan wartawan. (ATA)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com