• Diaspora Di Hamburg Gelar “Baralek Gadang”

    0

          London, jurnalsumatra.com – Diaspora Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat di Jerman mengelar acara “baralek gadang,” yaitu pesta pernikahan perak 25 tahun perantau Minang yang menetap di Hamburg yang diadakan di Gedung Bornheide 76,22549 Hamburg, Jerman.
    Sepasang Suami istri perantau minang yang bermukim di Hamburg selama lebih dari 25 tahun ingin mempromosikan budaya Minang dikalangan masyarakat Hamburg khususnya Jerman yang belum banyak kenal dengan budaya minang, kata Wulan Panyalai Chaniago kepada Antara, Senin.
    Wulan merupakan perias pengantin dan penari yang juga perwakilan urang Minang yang ada di Perancis kepada Antara London, Senin.
    Kedua mempelai yang merayakan perkawinan perak adalah Elsi Djaman (51) dan sang suami Chun Djaman (62) yang dulu datang ke Hamburg bekerja di Perusahaan pelayaran Jerman yang ada di Hamburg sementara sang istri Uni Elsi biasa disapa mempunyai usaha Travel Agency.
    Acara Perkawinan Perak dengan Judul ‘Baralek Gadang Urang Minang’ di laksanakan di Gedung Bornheide 76,22549 Hamburg dihadiri tidak saja masyarakat Minang yang ada di Perantauan Eropa seperti Perancis, Belanda, Swiss, Belgia tetapi juga dari New York Amerika.

            Solena Sulin, orang Minang yang berkiprah di bidang seni modeling dan artis di Amerika sengaja datang ke Hamburg karena ia senang dan bahagia dengan adanya acara baralek urang Minang yang ada di rantau.”Saya terharu bisa menyaksikan acara baralek gadang dengan budaya Minang di Jerman,” ujar Solena Sulin Chaniago.
    Acara baralek gadang juga mendapat dukungan dari Konjen RI di Hamburg ibu Sylvia Arifin yang kebetulan juga berasal dari  Bukittinggi.
    Undangan yang datang dalam acara baralek gadang mengakui sangat senang dapat meliat acara perkawinan adat Minang yang dinilai sangat unik dan juga colourful. “Pengunjung dari masyarakat Hamburg sangat senang sekali dapat melihat adat minang dalam acara Perkawinan,” ujar Wulan.
    Menurut Wulan banyak yang merasa terharu dan merasa berada di kampung halaman sendiri dengan sajian makanan asli Minang selain itu juga ditampilkan Tari tarian Minang seperti Tari Galombang Pasambahan dan juga ada acara berbalas pantun.
    Sajian kuliner adalah ciri khas makanan urang minang Bukit tinggi seperti Randang, gudai Kambing, gulai kapau, ikan bakar, Ayam goreng, ayam goreng, sambal lado ijau dan merah dan juga dilengkapi dengan kue-kue khas Minang.
    Chun Djaman adalah seorang lelaki pelaut dan bermukim di Jerman Hamburg tahun 80 an dan bertemu berjodoh dengan seorang gadis Minang yang berasal dari kampungnya dan di boyong Hamburg. Mereka di karuniai sepasang anak yang bernama Jean Djaman dan Sari Djaman itu membiayai sendiri seluruh biaya pesta acara baralek gadang selain mendapat  bantuan dari sahabat-sahabat dekatnya yang ikut berpartisipasi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com