• Dandim Waykanan Cek Serapan Gabah Petani

    0

         Waykanan, Lampung, jurnalsumatra.com – Komandan Komando Distrik Militer 0427/Waykanan, Letkol Uchi Chambayong meninjuau hasil panen dan serapan gabah petani di Desa Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Waykanan.
    “Saya mau melihat serapan gabah hasil panen para petani dan mengecek pembuatan pupuk organik untuk mengantisipasi keterbatasan pupuk subsidi,” ujar Dandim saat dikonfirmasi, Selasa.
    Menurut dia, pengecekan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan swasembada pangan yang di Kabupaten Waykanan. Bila hasil panen tidak diawasi, dikhawatirkan serapan gabah tidak tercapai hingga waktu yang ditentukan.
    Selain itu, katanya, petani harus terus diawasi dan dipantau sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para petani.
    “Petani itu harus dilihat dan diberikan semangat. Bila tidak dipantau dikhawatirkan para petani menjual hasil panennya ke tengkulak yang harganya bisa lebih rendah dari harga yang ditetapkan pemerintah melalui Perum Bulog,” tegas Uchi.
    Pengecekan hasil petani ini, kata Dandim,  dilakukan karena ada laporan bahwa serapan oleh Bulog belakangan ini mengalami penurunan, tidak seperti yang diharapkan. Bahkan serapannya belum mencapai 50 persen seperti yang diinginkan pemerintah.

         Letkol Uchi menjelaskan, Bulog harus dapat memaksimalkan keberadaan para petani dan hasil taninya yang melimpah, jangan sampai tidak dimanfaatkan dengan baik.
    “Bulog harus melihat hasil padi petani, hasil yang melimpah ini dapat menjadikan Kabupaten Waykanan sebagai daerah dengan suplai beras terbaik di Provinsi Lampung. Bila tidak dimanfaatkan, hasil yang melimpah ini akan terbuang sia-sia tanpa ada hasil baik bagi pemerintah,” kata lulusan Akmil Angkatan 1997 ini.
    Ia juga menuturkan bahwa masih banyak kendala yang dihadapi para petani dalam memaksimalkan hasil panenya, salah satunya mengenai air atau saluran air yang masih kurang memadai.
    Akibatnya untuk melakukan penanaman kembali terpaksa ditunda lantaran pasokan air kurang memadai.
    Para petani berharap untuk saluran air ini dapat diselesaikan dengan cepat agar para petani dapat melakukan penanaman kembali, sehingga proses tanam tidak terhambat.
    Selain melihat dan mengecek serapan padi oleh Bulog, Dandim Waykanan juga melihat pengelolaan pupuk organik untuk mengantisipasi keterbatasan pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah.
    “Pengelolaan pupuk organik dapat dijadikan jalan keluar bila pupuk bersubsidi menjadi langka di pasaran,” katanya.
    Dandim menjelaskan, salah satu tugas pihaknya adalah membantu kelancaran para petani dalam bercocok tanam agar hasil panen benar-benar bermanfaat bagi petani dan daerah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com