• Dampak Penutupan BKB Pengunjung River Side Turun

    0

    river side palembangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Ditutupnya arus laulintas di pelataran benteng kuto besak oleh pemerintah kota Palembang sejak satu bulan terakhir, berpengaruh langsung dengan pendapatan cafe dan resto River Side, selama penutupan pengunjung river side cendrung menurun hingga 25 persen.

    “Karena akses river side hanya dapat dilalui satu jalan maka pengunjung kami mengalami penurunan berkisar 20 hingga 25 persen,”kata Manager River Side, Sandi kepada jurnalsumatra.com , Kamis (11/8)

    Dikatakan Sandi meski penutupan berdampak langsung terhadap omzet River Side namun pihaknya mendukung penuh langkah pemkot untuk menjadikan kawasan BKB menjadi lebih rapih dan aman, sehingga pelataran BKB menjadi lebih tertib.

    “Kami sangat mendukung ini adalah kebijakan pemerintah untuk menjadikan BKB sebagai salah satu ikon yang ada di Palembang, hal ini juga dalam rangka menyambut Asian Games 2018 mendatang,”kata Sandi Namun ia berharap kepada pemerintah untuk memberikan ruang parkir bagi pengujung River Side, sehingga tamu tidak kesulitan lagi untuk mencari parkir, namun yang penting kwasan BKB lebih baik dari sebelumnya.

    Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, berdasarkan peraturan tersebut berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) No 151 tahun 2011 tentang kawasan bebas lalu lalang kendaraan roda dua dan empat.

    Awalnya penutupan akses ke BKB tersebut diwacanakan hanya uji coba selama tiga bulan saja, tetapi berdasarkan Perwali itu, akses kendaraan lewat Jalan Rumah Bari atau jalan di depan River Side di tutup permanent.

    “Kita lakukan rekayasa lalu lintas hari ini (kemarin, red), karena ini dinilai cukup efektif, maka pengaturan ini diberlakukan selamanya. Kendaraan mengarah ke Ampera atau BKB mesti lewat Jalan RS AK Ghani,”kata Sulaiman.

    Ia mengatakan, jalur kendaraan dari Jalan RS Ak Ghani dibagi menjadi dua. Untuk angkot atau kendaraan umum harus lewat melalu jalan menuju area BKB dan belok ke kiri menuju depan Museum SMB II dan keluar melalui pintu gerbang antara museum dan Dermaga Poin BKB / gedung ACC.

    “Saat ini sudah diberi pembatas antara jalan untuk kendaraan dan area BKB, masih menggunakan seng, jalan cukup lebar cukup untuk dua jalur kendaraan, nantinya akan dipermanenkan menggunakan pagar atau gerbang, agar BKB tetap indah,”jelasnya.

    Sementara untuk kendaraan pribadi dianjurkan tetap menggunakan jalan di belakang Tugu monpera yang langsung tembus ke area Ampera maupun pasar 16 Ilir Palembang, Tetapi jika pengendara pribadi ingin menggunakan jalan yang dilalui angkot pun diperbolehkan, pengendara bisa memilih.

    Menurutnya, pengendara kendaraan umum atau angkot, dilarang terlalu lama menaik turunkan penumpang di kawasan dewan musuem. Pihaknya akan melakukan pengawasan di kawasan ini bersama instansi terkait. Nantinya kita akan kerja sama dengan Satlantas atau Pol PP dalam penertiban. .(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com