• Cabo Verde Harap Peningkatan Kerjasama Dengan Indonesia

    0

    London, jurnalsumatra.com – Presiden Republik Cabo Verde, negara di kepulauan vulkanik utara Samudera Atlantik, Jorge Fonseca terkesan dengan pembangunan di Indonesia  dan berharap hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai dapat ditingkatkan.
    Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Dakar – SenegalDimas Prihadi kepada Antara London, Senin mengatakan Presiden Cabo Verde saat menerima surat kepercayaan dari Dubes Mansyur Pangeran di Istana Presiden Cabo Verde mengatakan kerjasama antara kedua negara dapat ditingkatkan.
    Presiden Jorge Fonseca
    menekankan tiga prioritas kerjasama yang perlu ditingkatkan kedua negara yaitu bidang ekonomi dan bisnis, manajemen penanggulangan bencana alam dan kerja sama pelatihan.
    Dubes Mansyur Pangeran ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Dubes untuk Republik Senegal merangkap Republik Islam Gambia, Republik Guinea, Republik Guinea-Bissau, Republik Mali, Republik Pantai Gading, Republik Sierra Leone dan Republik Cabo Verde.
    Dalam upacara penyerahan Surat Kepercayaan tersebut, Dubes didampingi Isteri, Pelaksana Fungsi Politik dan Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Dakar.
    Dalam kesempatan pembicaraan empat mata dengan Presiden Cabo Verde, Dubes antara lain menyampaikan secara langsung salam hangat  Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia, disertai dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan Cabo Verde.
    Dubes juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari UlangTahun Kemerdekaan Cabo Verde 5 Juli dan menginformasikan  saat ini Cabo Verde menjadi negara rangkapan KBRI Dakar, yang sebelumnya dirangkap KBRI Abuja, Nigeria.
    Dalam pertemuan tęte a tęte tersebut Presiden Cabo Verde didampingi Menteri Luar Negeri, Luis Filipe Tavares, dan Penasehat Diplomatik, Arnaldo Delgado.
    Dubes menyampaikan  hubungan bilateral kedua negara berjalan dengan baik, namun kedua negara masih perlu meningkatkan kerjasama diberbagai bidang termasuk people-to-people contact.
    Kerja sama di bidang perdagangan juga perlu ditingkatkan mengingat total perdagangan kedua negara tahun 2015 masih terbilang cukup rendah yakni kurang dari lima juta dollar.
    Dubes menyampaikan kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara archipelago yang terdiri dari pulau, sehingga sektor perikanan dan maritim serta pariwisata menjadi prioritas utama Pemerintah Cabo Verde.
    Dalam kesempatan itu Dubes juga  mempromosikan industri strategis yang dikembangkan seperti Kapal Fery buatan PT PAL, Pesawat CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia dan Perlengkapan militer buatan PT PINDAD sebagai alat transportasi laut dan udara serta  keperluan militer.
    Presiden  menyampaikan ucapan selamat kepada Dubes yang ditunjuk Pemerintah Indonesia sebagai Dubes di Cabo Verde.
    Ia berharap dengan jarak yang lebih dekat antara Dakar dengan Praia dibandingkan  Abuja dengan  Praia, hubungan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang akan semakin meningkat serta dapat direalisasikan.
    Presiden Cabo Verde  menyampaikan sebelum menjadi Presiden, Ia pernah berkunjung ke Indonesia bergabung dalam tim PBB di Timor Leste tahun 2002 dan sempat berlibur di Indonesia tahun 1992
    Selain itu, Presiden Cabo Verde minta kepada Dubes menyampaikan undangan kepada pihak di Cabo Verde untuk menghadiri dan berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia Oktober mendatang.
    Presiden  mengharapkan pengusaha Indonesia berkunjung ke Cabo Verde  melakukan temu bisnis dengan pengusaha Cabo Verde.
    Menanggapi Presiden, Dubes mengatakan   Pemerintah Indonesia siap bekerjasama melakukan pelatihan di bidang pertanian, seperti yang dilakukan Pemerintah Indonesia di Gambia.
    Cabo Verde lebih dikenal dengan “Cape Verde” negara kepulauan yang terletak di kepulauan vulkanik sebelah utara Samudera Atlantik, lepas pantai barat laut Afrika, dikenal dengan budaya Creole Portugis-Afrika memiliki wilayah lebih kurang 4000 Km persegi dengan penduduk  513.900 dan mayoritas 80 persen beragama Katolik.
    Cabo Verde merupakan kepulauan yang tidak berpenghuni ditemukan dan diduduki  bangsa Portugis pada abad ke-15, dan mendapatkan kemerdekaan dari Portugal di tahun 1975.
    Pada tahun 2013 Pemerintah Cabo Verde menetapkan “Cabo Verde” nama resmi negara untuk kepentingan resmi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com