• Bupati Minta Bantul Ekspo Dievaluasi

    0

    Bantul, jurnalsumatra.com – Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suharsono, meminta ada evaluasi atas penyelenggaraan Bantul Ekspo yang berlangsung selama 11 hari di Pasar Seni Gabusan karena terdapat sejumlah catatan yang menjadi perhatiannya.
    Bupati Suharsono di Bantul, Jumat, mengatakan catatan dalam pelaksanaan Bantul Ekspo, di antaranya mengenai adanya uang pungutan dari stan di luar yang dikelola Bagian Humas Pemkab selaku panitia dan pihak ketiga, juga stan pedagang kaki lima (PKL).
    “Adanya PKL di Bantul Ekspo sangat wajar, karena ingin cari rejeki. Namun ke depan yang dibutuhkan adalah penataannya. Kalaupun ada pungutan jangan dipatok,” katanya.
    Bantul Ekspo merupakan pameran pembangunan dan produk kerajinan yang sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Bantul dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul. Pada tahun ini, kegiatan tersebut digelar mulai 1-11 Agustus 2016 di Pasar Seni Gabusan.
    Suharsono mengatakan pungutan kepada PKL bisa dengan cara menyediakan kotak-kotak untuk menampung kontribusi dari pedagang itu, sedangkan nantinya uang itu dimanfaatkan untuk anggaran kebersihan kawasan Pasar Seni Gabusan, baik pertengahan atau usai pelaksanaan kegiatan.
    “Para pedagang harus ikut bertanggung jawab dengan kebersihan lokasi. Sebab jika (arena kegiatan, red.) bersih, pengunjung akan nyaman,” kata Suharsono yang dilantik sebagai bupati setempat pada pertengahan Februari 2016.
    Ia mengatakan penataan stan Bantul Ekspo 2016 kurang tepat, terutama stan di barisan depan atau sekitar pintu masuk arena yang menghadap ke barat. Padahal, pintu masuk dari timur.
    “Harusnya stan di dekat pintu masuk ada yang menghadap ke arah timur, tidak ke barat semua, kalau begini kan yang kelihatan belakangnya,” katanya.
    Selain itu, stan-stan kecamatan juga mendapat sorotan Bupati Suharsono.
    Dia berpendapat sebaiknya kecamatan memiliki stan baku di kawasan Pasar Seni Gabusan mengingat Bantul Ekspo merupakan kegiatan rutin tahunan Pemkab Bantul.
    Ia mengatakan bongkar pasang stan setiap tahun dinilai tidak efektif dan dirasa sia-sia mengingat pelaksanaanya hanya 11 hari, kemudian stan baku itu juga bisa dimanfaatkan kecamatan memajang berbagai produk unggulan pada hari-hari biasa.
    “Perlu ada pertimbangan untuk merealisasikan stan baku ini, dengan catatan penyelenggaraan Bantul Ekspo masih di kawasan Pasar Seni Gabusan,” katanya.

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com