• Bupati Kupang Dianggap Sebagai Bupati Bodoh

    0

       Kupang, jurnalsumatra.com -  Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, mengatakan, konsekwensi menjadi seorang pemimpin harus siap menerima kritikan termasuk dicaci maki dan dikata-katai sebagai Bupati bodoh dalam memimpin Kabupaten Kupang.
    “Menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, harus siap menerima berbagai risiko yang harus dialami. Harus arif dalam mengambil berbagai keputusan yang dapat mengayomi berbagai pihak di daerah ini,” kata Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ayub Titu Eki kepada wartawan di Oelamasi, ibu Kota Kabupaten Kupang, 38 Km arah timur Kota Kupang, Jumat.
    Ia mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya menerima pesan singkat dari sahabatnya.  Dalam SMS itu dirinya dikatai sebagai Bupati bodoh seperti kerbau karena menerapkan program pembangunan yang dianggap tidak tepat bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang.
    “Saya menerima semua kritikan seperti itu dengan hati yang tenang, termasuk dicaci maki dan dikatai sebagai Bupati bodoh seperti kerbau. Saya menerima semua itu dengan sabar dan tidak memiliki untuk melakukan nalas dendam terhadap sahabat itu,” kata Titu Eki.
    Menyikapi hal seperti itu menurut orang nomor satu di Kabupaten Kupang ini, jika menerima kritikan berupa caci maki, agar tidak perlu menangapi dengan emosi tetap ditangapi dengan senyum dan penuh syukur karena masih ada pihak lain yang memperhatikan kebijakanya untuk kemajuan pembangunan di daerah ini.

       “Jangan menangapi kritikan seperti itu dengan emosi tetapi harus menerima kritikan dan caci maki itu dengan senyum. Kalau di sms dengan caci maki dijawab dengan senyum saja, jika ditangapi dengan penuh emosi tentu pengendalian diri menjadi tergangu dan bisa berujung pada persoalan hukum” ujarnya.
    Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengajak masyarakat di Kabupaten Kupang agar perlu mengendalikan diri dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi.
    “Termasuk para sopir mobil Pick UP yang melakukan aksi mogok agar tidak boleh emosi dalam menghadapi persoalan itu, serahkan kepada pemerintah Kabupaten Kupang untuk menanganganinya secara baik<‘tegasnya.
    Ia berharap sopir mobil Pick UP yang melakukan aksi demo dan berniat untuk menghakimi petugas Dishub Kota Kupang, karena melarang mobil Pick Up masuk ke wilayah Kota Kupang untuk bersabar serta mampu mengendalikan diri dengan tidak melakukan tindakan anarkis yang merugikan diri para sopir.
    “Jangan membalas perlakuan para petugas itu dengan kekerasan, jika dicaci maki maka ditangapi dengan senyum saja, karena jika ditangapi dengan kekerasan maka persoalan itu akan menjadi persoalan hukum yang merugikan para sopir sendiri sepetti tidak mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup istri dan anak-anak,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com