• BNNP Desak Kemenkumham Manfaatkan Lapas Narkoba Sawahlunto

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, mendesak Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumbar segera memanfaatkan lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus narapidana narkoba di Kota Sawahlunto.
    “Sampai hari ini pemanfaatan lapas narkoba itu belum maksimal, baru 38 narapidana (napi) yang ditahan di sana, padahal kapasitasnya mencapai 500 orang,” kata Kepala BNNP Sumbar, Mohammad Ali Azhar di Padang, Kamis.
    Ia menyebutkan lapas di beberapa daerah di Sumbar telah melebihi kapasitas, dan didominasi oleh napi narkoba. Namun Kemenkumham Sumbar belum memindahkan para napi ke sana.
    Alasan Kemenkumham belum memindahkan napi narkoba ke lapas narkoba di Kota Sawahlunto itu, karena kondisi lapas dinilai belum layak dari segi infrastruktur maupun petugas lapas.
    “Menurut pihak Kanwil Kemenkumham Sumbar banyak dinding lapas yang retak,” ujarnya.
    Ia mengatakan jika itu yang menjadi alasan kurang logis, karena lapas tersebut terbilang baru, dan seharusnya sesuai rencana pada Januari 2016 napi narkoba dari lapas yang ada di Sumbar telah bisa dipindahkan ke sana, tapi kenyataannya banyak kerusakan di lapas.

         “Jika pun ada kerusakan, Kemenkumham bisa segera memperbaikinya karena lapas yang dibangun pada 2008 itu telah menghabiskan anggaran sebesar, namun tidak dapat dimanfaatkan maksimal,” kata dia.
    Salah seorang tokoh pemuda Kota Sawahlunto, Genta Maifourni (26) mengatakan kondisi lapas khusus narkoba di daerah itu terlihat tidak terawat, seperti ada bagian pagar tembok telah hancur, serta kawat di bagian atas pagar tidak utuh terpasang.
    “Ketika hujan turun pengawas yang ada di menara sering tidak tampak, serta jarang terlihat aktivitas baik dari petugas mapun dari pengunjung lapas,” katanya.
    Sementara itu kondisi Lapas Klas II A Muaro Padang, mengalami kelebihan kapasitas hunian mencapai 1.097 orang, sedangkan idealnya hanya sekitar 247 orang.
    “Idealnya satu kamar ukuran 5 x 5 meter diisi oleh 40 orang, namun karena kondisi seperti ini kita tempatkan sampai 95 orang dalam satu kamar,” kata Kepala Lapas Klas II A Muaro Padang, Destri Syam di Padang, Kamis (23/6)
    Sebelumnya, Kemenkumham membangun lapas khusus narkoba pada 2008 dengan dana awal Rp2,7 miliar pada luas tanah sekitar 12 hektare di Kota Sawahlunto. Saat itu 18 Lapas yang ada di Sumbar dihadapkan pada persoalan over kapasitas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com