• BMKG Minta Nelayan Waspadai Tingginya Gelombang Laut

    0

    Ternate, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara (Malut), meminta kepada nelayan mewaspadai tingginya gelombang laut dalam dua hari ke depan, menyusul cuaca buruk terutama di wilayah Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.
    “Tinggi gelombang di Kepulauan Sula dan Taliabu mencapai 2,5 meter, sehingga nelayan waspada saat melaut,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Vianca adjie Dwi Putra di Ternate, Kamis.
    Dia menyatakan, selain kedua kabupaten tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk nelayan dan kapal penumpang berukuran kecil yang akan melintasi wilayah Ternate-Bitung, Ternate- Batang Dua, Bacan-Obi dan Tobelo-Morotai untuk waspada, karena kondisi cuaca di perairan tersebut buruk.
    Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) melalui Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi, dan Informatika (Dishubparkominfo) mengibau kepada seluruh masyarakat ketika hendak  melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi laut ke sejumlah daerah agar lebih waspada terhadap cuaca buruk yang sulit diprediksi saat ini.
    Kepala Dishubparkominfo Pultab, Hi.Syamsudin Ode Maniwi ketika dihubungi secara terpisah menyatakan, cuaca buruk yang terus melanda wilayah perairan Taliabu sangat sulit diprediksi, sehingga pihaknya hanya memberikan imbauan kepada masyarakat agar dapat mewaspadai gejolak laut yang disertai hujan dan angin kencang ketika hendak melakukan aktivitas di laut.
    “Kami hanya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang selalu beraktivitas di laut agar waspada ketika mau melaut, terutama kepada masyarakat yang ingin berlayar keluar daerah, karena cuaca yang terjadi saat ini sulit prediksi,” katanya.
    Menurut Ode Maniwi, wilayah laut yang saat ini paling berbahaya jika dilalui oleh transportasi laut adalah pesisir Pulau Taliabu bagian selatan dengan ketinggian gelombang ditaksir mencapai 2,5 meter, sehingga masyarakat diminta untuk tidak melaut serta melakukan aktivitas dalam bentuk apapun di laut.
    Sedangkan, untuk wilayah paling rawan kecelakaan laut adalah laut di bagian selatan Pulau Taliabu, karena adanya cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com