• BI Bina Perempuan Papua Kembangkan Industri Kecil

    0

         Manokwari, jurnalsumatra.com – Bank Indonesia membina ratusan perempuan Papua di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk mengembangkan industri kecil di daerah tersebut.
    Kepala Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat Yacob Leunufna disela-sela pelatihan yang digelar Manokwari, Jumat, mengatakan Manokwari menjadi salah satu proyek percontohan BI pusat dalam pengembangan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia.
    Dia menyebutkan proyek yang dilaksanakan BI tahun 2016 memilih lima tema pengembangan usaha yang berbasis kelompok.
    Untuk Papua Barat difokuskan pada tema pemberdayaan perempuan.
    “BI pusat memilih kaum perempuan karena mereka yang paling aktif dalam menjalankan usaha. Di sisi lain, di Papua secara umum kaum perempuan cenderung menjadi tulang punggung dan lebih disiplin dibandingkan kaum pria,” kata dia.

        Dia menjelaskan sebelum pelatihan dilaksanakan BI sudah melaksanakan survei terhadap usaha kecil yang digeluti perempuan Papua tersebut.
    BI pun telah menyusun peta jalan peluang usaha yang dapat dikembangkan.
    Dari survei tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa meningkatan keterampilan usaha di kalangan perempuan Papua masih harus ditingkatkan.
    Selain pelatihan, BI siap membantu peralatan usaha kepada mereka.
    Deputi Kepala BI Papua Barat Agus Hartanto mengatakan bantuan pelatihan dan peralatan usaha yang akan diberikan sebagai program CSR (Coorporate Social Responsibility) BI kepada masyarakat.
    Tujuan dari program ini untuk menekan angka kemiskinan di daerah.
    “Kemiskinan di Papua Barat masih 25 persen lebih dari jumlah penduduk dan ini cukup tinggi. Untuk itu, masyarakat harus dibina agar mereka lebih mandiri,” katanya.
    Di sisi lain, lanjutnya, melalui program itu BI ingin ada kuliner khas Manokwari yang benar-benar lahir dari tangan masyarakat asli Papua.

         Setelah berhasil di Manokwari, BI akan berupaya melaksanakan program yang sama di daerah lain Papua Barat.
    “Setelah pelatihan tahap berikutnya adalah pendampingan untuk proses pengolahan hingga pemasaran. Kami akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manokwari, Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan,” katanya lagi.
    Sejauh ini, kata dia, sudah ada tujuh kelompok usaha yang sudah terakomodir.
    Pihaknya mengupayakan agar setiap kelompok usaha memiliki rumah produksi untuk mempermudah pembinaan.
    Pada tahap awal, pembinaan akan difokuskan ada kualitas dan kemampuan kelompok dalam memproduksi barang.
    Jika prospek ke depan bagus, program itu akan diarahkan pada upaya untuk merancang pusat kuliner di Manokwari.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com