• BI Bali Catat Penerimaan Uang Palsu Menurun

    0

         Denpasar, jurnalsumatra.com – Bank Indonesia mencatat penerimaan uang palsu di Provinsi Bali hingga Juli tahun 2016 menurun mencapai 3.750 lembar jika dibandingkan tahun 2015.
    “Masyarakat mulai memahami ciri-ciri uang rupiah yang asli karena kami sosialisasi intensif untuk mengenali uang rupiah asli,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana di Denpasar, Jumat.
    Menurut dia, selama tahun 2015 pihaknya menerima 4.744 lembar uang palsu.
    Sebagian besar uang yang dipalsukan tahun 2016 itu memiliki nominal Rp 100.000 sebanyak 2.947 lembar atau sekitar 79 persen disusul 50.000 sebanyak 743 lembar atau 20 persen.
    Sisanya 20.000 sebanyak 55 lembar atau satu persen dan pecahan lainnya yakni 10.000 (1) dan 5.000 (4).

         Dalam waktu dekat BI, kata dia, kembali menyasar daerah-daerah yang jauh dari jangkauan untuk dilaksanakan sosialisasi keaslian rupiah.
    Sasaran tersebut yakni ke Singaraja dan Pulau Nusa Lembongan yang dikenal sebagai pulau tujuan wisata mancanegara.
    Selain sosialisasi keaslian rupiah, pihaknya juga mendorong uang layak edar sehingga diharapkan dapat menjaga citra dan kedauatan mata uang Indonesia.
    “Jangan sampai negara lain menilai uang Indonesia tidak layak edar. Kami gelontorkan uang bersih, stoknya cukup,” katanya.
    Untuk itu ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga agar uang kertas rupiah bersih dan tidak lusuh.
    Uang lusuh atau uang robek juga bisa ditukarkan ke kas keliling yang digelar oleh BI termasuk ke perbankan yang memiliki nasabah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com