• Atlet Sulteng Gagal Ukir Prestasi Kejuaraan Dunia

    0

         Palu, jurnalsumatra.com – Seorang atlet Sulawesi Tengah yang berlaga di Kejuaraan Dunia dan Asia Paralayang di Lombok 4-7 Agustus 2016 gagal mengukir prestasi dalam kegiatan yang diikuti para atlet dari berbagai negara dan tuan rumah Indonesia itu.
    “Saya targetkan masuk minimal sepuluh besar pada kejuaraan tersebut, namun belum berhasil,” katanya via telepon dari Lombok, Senin.
    Ia mengatakan, selain persaingan sangat ketat, juga faktor alam yakni angin sangat kencang.
    Rata-rata atlet dari luar maupun dalam negeri yang berlaga di kejuaraan paragliding di Lombok selama empat hari itu mengaku tiupan angin sangat kencang sehingga atlet sulit sekali mengendalikan payungnya (parasut).
    Sementara nomor yang dipertandingkan adalah akurasi. Nomor itu, kata Asgaf tantangannya adalah angin. Kalau angin kencang dipastikan tingkat kesulitan cukup berat.

         Gagal di kejuranaan dunia paralayang di Lombok, Asgaf akan mengkonsentrasikan dirinya untuk menghadapi Kejurnas berskala internaional yang berlangsung di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 13-20 Agustus 2016.
    “Saya akan berusaha keras untuk bisa mengukir prestasi terbaik di Kejurnas Paralayang,” kata Asgaf yang juga anggota DPRD Kabupaten Donggala itu.
    Kejurnas Paralayang di Sulteng akan berlangsung di Pegunungan Matantimali, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
    Hingga kini, kata dia, sudah tercatat 120 atlet dari berbagai negara dan nasional yang mendaftar untuk ikut kegiatan tersebut.
    Kejurnas Paralayang mempertandingkan satu nomor yaitu cross country (terbang jauh).
    Berikutnya sejumlah negara yang telah memastikan diri untuk mengirimkan atlet berlaga di Kejurnas bertaraf internasional antara lain Nepal, Jerman, Inggris, Swis, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Turki dan tuan rumah Indonesia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com