• APBD Ogan Komering Ulu Tidak Capai Target

    0

        Baturaja, jurnalsumatra.com – Bupati Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan,  Kuryana Azis menyatakan APBD daerah itu tahun 2015 terealisasi tidak mencapai target 100 persen, karena beberapa pos penerimaan tidak dapat digunakan secara keseluruhan.
    Pada tahun 2015 target pendapatan daerah sebesar Rp1,109 triliun, terealisasi hanya Rp1,034 triliun atau 93,26 persen, kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis di Baturaja, Sabtu.
    Bupati menjelaskan, ia menyampaikan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2015 melalui paripurna DPRD setempat pada Jumat (5/8) masalah realisasi APBD tak capai 100 persen tersebut dihadapan para anggota dewan.
    Sementara pendapatan sebesar itu salah satunya diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp98 miliar, atau lebih kecil dari target awal sebesar Rp106 miliar.
    Pendapatan lain berasal dari tranfer pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan lainnya, pada tahun anggaran 2015 penerimaan ini ditarget sebesar Rp963 miliar, namun realisasi yang tercapai hanya Rp896 miliar atau 93,07 persen.

        Selanjutnya, ada lagi pendapatan yang sah merupakan pendapatan lainnya berupa dana desa (APBN), terealisasi 100 persen dari target sebesar Rp39 miliar.
    Di lain sisi, tampaknya Pemkab tidak begitu fasih melakukan perencanaan hingga realisasi program pembangunan, karena jika dilihat dari sisi anggaran belanja, dimana pada tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp1,282 triliun, hanya terealisasi sebesar Rp1,145 triliun atau 89,40 persen.
    Dengan demikian Pemkab OKU mendapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp56 miliar lebih, katanya.
    Bupati mengakui, jika APBD OKU 2015 belum terealisasi sepenuhnya.
    “Pelaksanaan APBD 2015 tidak semuanya dapat kita realisasikan sesuai rencana, dan dapat dilihat dari angka-angka Laporan Keuangan Daerah yang telah kami sampaikan kepada dewan terhormat sebelumnya,” kata Kuryana.
    Bupati berharap, penjelasan singkat laporan keuangan daerah tahun 2015 yang disampaikan di hadapan anggota dewan itu, mendapat pembahasan dan disetujui untuk dituangkan dalam keputusan bersama dan kemudian ditetapkan jadi Perda.
    “Perlu kami informasikan, bahwa laporan keuangan ini telah melalui audit oleh BPK RI bahkan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” kata Kuryana Azis.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com