• Akibat Rawa Ditimbun, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir

    0
    Seorang bocah bermain  di depan rumah yang tergenang banjir di pemukiman penduduk, di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Senin (19/1). Tingginya curah hujan yang turun di tiga kecamatan di Kabupaten Sanggau yaitu Entikong, Sekayam, Beduwai selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan ribuan rumah penduduk di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut tergenang banjir. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/Rei/pd/15.

    Akibat Rawa Ditimbun, Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir

    Palembang, jurnalsumatra.com – Hujan yang terjadi beberapa hari lalu telah menyebabkan puluhan rumah warga di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I dilanda banjir. Sampai Minggu (21/8) air belum surut, puluhan rumah warga dan badan jalan pada beberapa lorong atau gang masih digenangi air yang mencapai hampir setengah meter.

    Warga mengaku, yang tergenang banjir akibat penimbunan rawa, bukan hanya di Rt.02 tapi juga rumah warga di Rt.04, 05 dan Rt.011. Salah satu warga setempat, Zaini menjelaskan, sebelum hujan turun sejak 6 Agustus 2016 sekitar rumah warga juga sudah tergenang air limbah berwarna hitam dan bau.

    Menurutnya, warga sempat mengadu ke Lurah Bukit Lama, lalu warga gotong royong melakukan penggalian gorong-gorong dan parit, air sempat surut. “Tapi air kembali menaik karena pihak pengembang menimbun seluruh rawa,”ujar dia, Rabu (24/8).

    Terpisah, Kepala BLH Kota Palembang Tabrani mengungkapkan, pihaknya sudah memantau lokasi penimbunan sejak Senin lalu. Tim pemantauan ini juga dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan PSDA, serta camat, lurah, dan RT setempat.

    “Kami sudah tinjau, dan didapati memang penimbunan rawa di sana menutup sistem drainase sehingga membuat air tidak mengalir, ditambah pula kondisi tanahnya yang rendah. Hal ini jelas mengganggu masyarakat dengan genangan air tinggi,”kata dia.

    Ditegaskannya, dari pantauan tersebut juga diketahui kalau pengembang belum ada izin resmi untuk menimbun. Tanpa adanya izin ini jelas pengawasan kegiatan pembangunan tidak bisa diawasi Pemkot Palembang dalam hal ini Dinas PUBM dan PSDA.

    “Ketiadaan izin itu maka kami menyetop kegiatan penimbunan dan pembangunannya mulai hari ini (kemarin). Pihak pengembang bersangkutan sudah sepakat untuk stop sampai mereka memenuhi izin ke PUBM,”tegas  dia.

    Sementara, pihak PUBM dan PSDA masih belum bisa dikonfirmasi terkait izin penimbunan yang kecolongan ini. Sebelumnya, Kepala Dinas PUBM dan PSDA Kota Palembang Dharma Budi mengakui, nanyaknya pembangunan infrastrutur di Palembang membuat sejumlah titik tergenang air saat hujan turun. Kendati baru diguyur hujan sebentar, beberapa tempat pun langsung tergenang lama bahkan banjir besar. “Ya, itu karena banyaknya pembangunan yang ada saat ini. Namanya juga sedang membangun jadi selalu ada dampaknya,”jelasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com