• Abaikan Debitur, BRI Akan Dikenakan Sangsi BI

    0

    Logo_BANK_BRI; Logo_Perusahaan;Palembang, jurnalsumatra.com – BI checking adalah laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank. Riwayat kredit yang bagus atau buruk seorang nasabah terdata dalam data BI-checking pada Sistem Informasi Debitur ( SID ) Bank Indonesia. Laporan ini bisa diakses oleh seluruh bank maupun lembaga keuangan non bank yang menjadi anggota SID di seluruh Indonesia. Dalam BI Checking termasuk juga masalah kelancaran pembayaran pinjaman atau sering disebut kolektibilitas.

    Jurnalsumatra.com dalam hal ini menemani salah satu nasabah yang ingin melakukan KPR untuk pembelian rumah yang mana setelah beberapa kali mengalami penolakan KPR di Beberapa Bank karena masalah BI Checking yang setelah ditelusuri ternyata, permasalahannya berada di Bank BRI, karena pernah terlambat melakukan pelunasan kredit namun sudah diselesaikan pelunasan.

    “Saya sebelumnya mengajukan beberapa kali KPR kebeberapa Bank namun selalu mendapatkan penolakan, sampai akhirnya saya dijelaskan salah satu bank, yang mengatakan bahwa saya ada masalah BI Checking dari Bank BRI karena pernah terlambat untuk pelunasan” ungkap Eka yang akhirnya mendatangi BRI karena merasa sudah tidak ada sama sekali penunggakan karena sudah selesai semua kewajiban peminjaman uang tersebut.

    Dari bank tersebut menganjurkan untuk dirinya kembali ke Bank BRI dan meminta tanda bukti pelunasan dari Bank BRI karena mendapat BI Checking tersebut yang akhirnya menerima tanda pelunasan yang pernah dilakukannya ke Bank BRI dengan No. B-5598a/KC-IV/ADK/06/2016 tertanggal, 23 Juni 2016 dengan hal Keterangan Lunas Kepada Sdr. Adriyaneka Aviv Bassar Jl. Setunggal Kelurahan Sukamaju yang berikan surat yang berbunyi Menunjuk surat Saudara tersebut diatas, mengenai pelunasan pinjaman, dengan ini kami beritahukan bahwa dengan setoran pada tanggal 22 Juni 2016, ke rekening pinjaman saudara dengan data plafon sebesar Rp. 135.000.000. Nomor rekening 0059-01-032100-10-8. Pada hari ini Kamis tanggal 23 Juni 2016 kredit saudara kami nyatakan Lunas dan rekeningnya kami tutup. Demikian atas kerjasamanya disampaikan terima kasih yang ditandatangani kedua belah pihak Eka Ardiyanto Manajer Operasional dan M. Isa dari Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk.

    “Setelah mendapatkan keterangan tersebut saya dianjurkan membawa surat itu ke Bank Indonesia untuk klarifikasi tentang BI Checking dari Ibu Ana bagian kredit BRI yang menurut keterangan dari pihak BI sendiri itu tidak perlu dilakukan karena Bank yang mengeluarkan kredit bisa melakukannya tanpa harus nasabah yang membawa laporan pelunasan tersebut karena sudah kewajiban dari Bank BRI kepada Nasabahnya.” Ungkap Eka kembali.

    Dikatakan Adriyaneka, seperti yang dijelaskan pihak Bank Indonesia kepada saya, laporan tersebut seharusnya sudah diterima BI satu bulan setelah pelunasan yang setelah dilihat dilakukan pada bulan Juni yang semestinya pada bulan July sudah masuk dan tidak ada dikenakan BI Checking karena sudah melakukan pelunasan. Kalau begitu kesalahan ini menurugikan saya sebagai nasabah karena keteledoran dari karyawan BRI tersebut yang bisa dikenakan sangsi karena merugikan nasabah.

    Jurnalsumatra.com mencoba mengklarifikasi kepada pihak BI sangsi apa yang akan diterima BRI atas kejadian tersebut “Saya belum bisa menjawabnya karena ada bagian yang akan menjelaskan masalah tersebut” kataya. “Seharusnya BRI sudah Update data pada 12 juli2016 lalu sehingga data SID bank Indonesia ter update.” jelas petugas bank Indonesia tersebut. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com