• 48 Persen Peserta BPJS Mandiri Nunggak Iuran

    0

    Temanggung, jurnalsumatra.com – Sekitar 48 persen peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepesertaan mandiri di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menunggak pembayaran iuran.
    “Berdasarkan data bulan Juni 2016, pendapatan dari jenis iuran kepesertaan mandiri seharusnya Rp5,7 miliar, namun realisasi penerimaan hanya Rp3 miliar,” kata Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Temanggung, Susilo Budi Iswati di Temanggung, Sabtu.
    Ia menuturkan alasan peserta tidak membayar iuran, antara lain orang yang bersangkutan tidak mampu dan sengaja tidak mau membayar.
    “Kesadaran mereka untuk membayar iuran masih kurang. Upaya yang kami lakukan bagi penunggak iuran adalah dengan penagihan melalui pengiriman pesan singkat (SMS), surat, dan telepon,” katanya.
    Ia mengatakan sesuai aturan lama jika ada tunggakan hingga enam bulan kartu BPJS tidak bisa digunakan.
    Namun, katanya berdasarkan peraturan baru, yakni Peraturan Presiden nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, jika satu bulan tidak membayar iuran maka kartu BPJS langsung tidak bisa digunakan.
    “Jika peserta ingin mengaktifkan lagi kepesertaannya maka dia harus melunasi tunggakannya dulu,” katanya.
    Ia menuturkan peraturan baru tersebut berlaku per 1 Juli 2016.
    Ia mengatakan jumlah penduduk Kabupaten Temanggung yang telah menjadi peserta BPJS Kesehatan mencapain 451.696 orang.
    Ia menyebutkan dari sejumlah peserta tersebut, sebanyak 345.568 orang merupakan peserta penerima bantuan iuran baik dari APBN maupun APBD kabupaten dan provinsi, sedangkan 106.128 orang lainnya merupakan peserta nonpenerima bantuan iuran.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com