• 24 Desa Bondowoso Rawan Krisis Air Bersih

    0

         Bondowoso, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Jawa Timur mencatat 24 desa yang tersebar di 16 kecamatan di kabupaten setempat rawan terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau, dan BPBD telah mempersiapkan pendistribusian air ke desa-desa tersebut.
    “Sejauh ini masih belum ada laporan dari puluhan desa yang biasanya mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Tetapi kami selalu siap mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang terpantau kekeringan dan kesulitan air bersih,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kukuh Triatmoko di Bondowoso, Jumat.
    Ia menyebutkan, 24 desa yang tersebar di 16 kecamatan terdapat 10 kecamatan yang kerap mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Di antaranya Kecamatan Cerme, Prajekan, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Wringin, Pakem, Binakal, Curahdami, dan Kecamatan Tapen. Sedangkan enam kecamatan lainnya tidak terlalu parah.

         Dari 16 kecamatan tersebut, kata dia, tidak semua desa yang mengalami krisis air bersiah setiap tahun, tetapi rata-rata setiap kecamatan terdapat dua hingga tiga desa yang terpantau terjadi kekeringan.
    “Rata-rata desa yang mengalami krisis air setiap tahun lokasinya berada di dataran tinggi atau perbukitan, sehingga sulit sumber mata air keluar saat musim kemarau,” katanya.
    Menurut Kukuh, selama ini BPBD Bondowoso menyuplai air bersih setiap musim kemarau menggunakan armada truk tangki milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso. Karena BPBD setempat masih belum memiliki armada truk untuk mendistribusikan air bersih ketika puluhan desa di Kota Tapai itu terjadi kekeringan.
    “Kami sudah mengajukan ke Pemerintah Kabupaten Bondowoso pengadaan satu unit armada truk tangki sebagai transportasi pendistribusian air bersih,” tuturnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com