• YLKI Desak DPPKAD Melakukan Uji Petik

    0

    Sanderson Ketua YLKI Lahat..Lahat, jurnalsumatra.com – Diduga lantaran minimnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah(PAD) yang didapat dari retribusi parkir diklaim telah terjadi kebocoran. Bahkan, disnyalir digelapkan oleh oknum.

    Hal ini, bisa diketahui dikarenakan tidak transparan nya penyetoran tetribusi yang diterima serta masih ditemukannya karcis gelap harus menjadi perhatian serius Pemkab Lahat agar mendesak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) segera melakukan uji petik.

    Demikian disampaikan oleh Ketua YLKI Kabupaten Lahat Sanderson Syafe’i menurutnya, potensi terjadinya pengelapan atau korupsi retibusi parkir disinyalir terjadi akibat tidak transparannya pengelola parkir. Indikator lainnya, penyetoran dilakukan tidak berdasarkan banyaknya karcis parkir, yang pada kenyataannya tidak seluruh pembayar parkir mengambil karcis tersebut.

    “Tahun ini Pemkab Lahat bertumpu pada pajak salah satunya retribusi parkir guna meningkatkan PAD. Karenanya harus ada evaluasi dari Prmkab Lahat,” ucapnya.

    Menurut Sanderson, semua itu bisa dilihat dilapangan, masih banyak kejanggalan yang dijumpai bahkan juru parkir tidak pernah memberikan karcis parkir yang merupakan hak konsumen, kecuali memang diminta oleh konsumen, jadi kontribusi pada Pendapatan Daerah Kabupaten Lahat dari sektor retribusi Parkir masih belum akan maksimal, serta dari segi pengawasannya.

    “Seharusnya, kontribusi pendapatan sekarang lebih tinggi, karena sudah dikelola semua di area-area yang dianggap strategis, terkadang ada satu momentum yang juga menyontohkan dugaan ‘kebocoran’ terjadi seperti selama bulan puasa kemarin misalnya, daerah yang semestinya bebas Parkir di depan Pasar Lematang,”imbuhnya.

    Sanderson menegaskan, dugaan menguapnya retribusi parkir perlu diusut lebih jauh oleh aparat hukum, karena telah mengebiri PAD Lahat. Apalagi, hak-hak masyarakat selaku konsumen ini telah dilindungi dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen No.8 tahun 1999. Untuk itu, Dinas PPKAD Lahat secepatnya melakukan uji petik dan membuatkan sistem informasi parkir.

    “Tidak lain, tujuan kita mendesak pihak PPKAD Lahat untuk segera melakukan uji petik agar semuanya jelas. Terutama, berapa pemasukan atau hasil dari parkir yang sebenarnya, setelah itu baru kita buatkan sistem informasinya agar kedepan tidak bocor, dan dapat meningkatkan PAD Lahat,” (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com