• Wakil Sulsel Terhenti Di Delapan Besar Sirnas

    0

        Makassar, jurnalsumatra.com – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan menyatakan tidak kecewa meski wakilnya terhenti di babak delapan besar Sirkuit Nasional (Sirnas) Lampung, 18-23 Juli 2016.
    Wakil Ketua Bidang Organisasi PBSI Sulsel, Atman Amir di Makassar, Senin, mengatakan pihaknya memang hanya menjadikan Sirnas itu sebagai ajang uji coba bagi seluruh atlet sebelum tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September 2016.
    “Apalagi kita memang hanya memberikan target tampil maksimal di Sirnas. Keberhasilan atlet kita hingga ke babak delapan besar juga sudah merupakan pencapaian maksimal,” ujarnya.
    Atlet Sulsel yang tampil di babak delapan besar ganda campuran dewasa itu yakni pasangan Alvin Musaddiq/Khaeriah Rosmini.
    Setelah mengikuti Sirnas Lampung 2016, Tim Sulsel akan kembali fokus dalam meningkatkan kemampuan. Khususnya untuk melakukan evaluasi terhadap yang dianggap kurang atau masih lemah saat pertandingan sebelumnya.
    Pihaknya juga memastikan jika tidak ada lagi agenda mengikuti kejuaraan atau try out setelah berlaga di Sirnas. Apalagi jadwal pelaksanaan PON 2016 juga semakin dekat dan memilih fokus berlatih di Makassar.

        Pelatih Bulu tangkis Sulsel, Mustakim mengaku tidak kecewa dengan penampilan para atlet Sulsel di ajang tersebut. Namun pihaknya tentu akan kembali fokus melakukan evaluasi untuk lebih meningkatkan potensi atlet.
    Dirinya juga berharap dengan waktu yang tersisa ini bisa dimaksimalkan agar para atlet Sulsel semakin menjaga persaingan saat tampil di ajang olahraga terbesar se-Indonesia tersebut.
    Ketua Pengprov PBSI Sulsel Devo Khaddafi, sebelumnya mengatakan pihaknya memang menginginkan sejumlah laga uji coba sebelum tampil di PON. Dirinya juga tidak ingin tim Sulsel terlalu banyak vakum atau tidak mengikuti pertandingan resmi.
    Dalam beberapa bulan terakhir, tim bulu tangkis Sulsel memang hanya fokus untuk menjalankan program atau mengikuti TC Kampus yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel.
    Untuk itu, apa yang telah dilakukan selama ini sudah seharusnya dilihat melalui pertandingan langsung. Ini untuk memantau apa-apa saja yang dinilai masih kurang dan harus segera diperbaiki sebelum turun di PON 2016.
    “Kita tidak ingin terlalu lama vakum tanpa mengikuti pertandingan resmi. Makanya dua ajang ke depan masing-masing meladeni tantangan PB Exist Jakarta dan tampil di Sirnas Lampung,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com