• Wakil Presiden Hadiri Peringatan HLH Di Siak

    0

       Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peringatan hari lingkungan hidup atau World Enviroment Day yang diselenggarakan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat.
    Dengan mengenakan “Tanjak” atau alas kepala khas Melayu kombinasi kemeja batik, Jusuf Kalla yang didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja dan Gubernur Riau serta Bupati Siak Syamsuar tiba di di Kota Siak sekitar pukul 10.00 WIB.
    Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan penting untuk memperingati hari lingkungan hidup (HLH) agar masyarakat sadar untuk terus menjaga lingkungan. Terlebih lagi peringatan HLH tersebut untuk pertama kalinya digelar di luar istana dan Siak menjadi pilihan penyelenggaraan tahunan tersebut.
    “Memperingati hari lingkungan, artinya kita memperingati kehidupan kita. Masa kini dan masa depan, untuk anak kita, cucu kita,” katanya.
    Menurutnya, saat ini dunia telah berubah. Dahulu, sebuah kebanggaan apabila menyimpan gading gajah maupun kulit harimau yang diawetkan.
    “Tapi sekarang, jika dilakukan maka hal itu akan menjadi tindakan kriminal,” ujarnya.

        Peringatan HLH di Siak juga diikuti sejumlah menteri. Selain menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, juga dihadiri Mendagri Tjahyo Kumolo, Menristek Dikti Muhammad Nasir, dan Menkominfo Rudiantara.
    Untuk pertama kalinya, HLH tahun 2016 ini diselenggarakan di luar istana. Menteri Siti Nurbaya dalam sambutannya mengatakan setiap tahun HLH diperingati di Istana Negara dan Istana Bogor.
    “Terakhir penyelenggaraan HLH pada 2015 lalu digelar di Istana Bogor,” katanya.
    Menurutnya, Kabupaten Siak memang memiliki banyak persoalan lingkungan yang menonjol dan menjadi perhatian pemerintah pusat. Namun, dengan langkah-langkah perbaikan yang terus digalakkan serta terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, Siak berhasil memperbaiki tata kelola lingkungan menjadi lebih baik.
    “Saya mengikuti laporan bupati Siak dalam mengalokasikan usaha dan energinya untuk mengatasi (Cagar Biosfer) Giam Siak Kecil dan terakhir Taman Nasional Zamrud,” jelasnya.
    Untuk itu, dia mengatakan bahwa Siak lebih siap untuk memulai dan memberikan contoh yang baik bagi daerah lainnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com