• TNI Kumpulkan Warga Rohul Sosialisasi Pencegahan Karlahut

    0

    Rohul,  jurnalsumatra.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengumpulkan masyarakat, Sekda, Kapolres, DPRD, Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Kejari, Camat dan seluruh Kades, OKP dan Ormas untuk mendapat penerangan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Rokan Hulu (Rohul), Riau.
    “Perlu diketahui pelaku pembakar lahan dan hutan akan dikenakan sangsi pasal berlapis sesuai dengan Undang Undang  yang berlaku,” kata  Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi di Rohul, Selasa.
    Nurendi menjelaskan, sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati H Sukiman di Aula ?Convention Hall Islamic Centre (MAMIC), Pasir Pengaraian.
    Nurendi pada kesempatan itu melakukan pemutaran film Karhutla yang berisi dampak pencegahan tahap mitigasi, membuat embung, pembuatan sekat kanal, sosialisasi, apel siaga pengendalian karhutla.
    “Jika terjadi karhutla, maka dilakukan pemadaman, pendinginan, water boombing, watyankes, gakum,” katanya menerangkan.¿
    Danrem 031/Wirabima sebelum memberikan sambutan memperkenalkan sejumlah personil yang ikut dalam penanggulangan Karhutla, beliau juga memuji Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rohul yang tetap siaga melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
    “Ditempat pertemuan ini sejuk dan membuat pikiran tenang,” sebut Danrem.
    Dirinya mengaku ditunjuk gubernur sebagai Komandan Satgas dalam sosialisasinya.
    Danrem menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran yang menyebabkan udara tidak sehat.
    Ia juga menyampaikan dalam paparannya penyebab terjadinya Karhutla yang berdampak pada ekosistem dan mengakibatkan matinya flora dan fauna.
    “Kita berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah kebakaran. Semua elemen harus ikut serta dalam mencegah Karhutla,” tegasnya.
    Ia menambahkan sosialisasi akan dilakukan kesejumlah tempat yang di anggap berpotensi rawan kebakaran serta ikut memberikan dukungan moral, mempersiapkan sarana dan prasarana.
    “Seperti Pelelawan merupakan kawasan yang memiliki lahan gambut,” katanya lagi.
    Diakuinya tahun 2016 Karhutla bisa diminimalisir, jika ini bertahan sampai Nopember tetap tidak ada kebakaran hutan dan lahan, ini adalah suatu prestasi membanggakan.
    “Intinya Kalau ada yang bakar lahan tangkap saja,” serunya.
    Ia mengingatkan tanggal 11 Februari 2016, semua pihak dikumpulkan Presiden RI untuk mencegah Karhutla, kalau terjadi lagi, sejumlah jabatan diancam copot, sebagai bentuk keseriusan kepala negara.
    Danrem menceritakan panjang lebar tentang terjadinya Karhutla. Negara pernah mengeluarkan biaya sebesar Rp 221 triliun ?tahun 2015 dan 2.290 personil dipersiapkan menanggulangi Karhutla disejumlah tempat di Riau, bahkan saat ini konsep Riau sudah dicontoh propinsi lain.
    Dalam sosialisasi ini Nurendi juga menjelaskan untuk di kabupaten penanggung jawab Karlahut adalah bupati. Dansatgasnya Dandim kemudian Wadansubnya Wakapolres, kemudian ada lagi sub sektor di setiap kecamatan sampai ketingkat kepala desa .
    TNI – Polri, BPBD, masyarakat peduli api ada juga sektor water Bombing. Setiap hari rutin melakukan patroli. Namun menurut Danrem kebutuhan materil belum memadai, seperti helm, lampu kepala, kaca mata, masker dan lain lain. Sementara untuk kebutuhan dana personel baru sekedar konsep, tapi belum terpenuhi, pungkasnya.
    Wakil Bupati Rohul Sukiman mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan yang akan berakibat fatal bagi lingkungan. Wakil Bupati mengatakan bagi
    “Rohul salah satu kabupaten yang memiliki empat titik rawan Karhutla,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com