• Tingkat Kemiskinan Di Sumsel Menurun

    0
    Tingkat Kemiskinan Di Sumsel Menurun

    Tingkat Kemiskinan Di Sumsel Menurun

    Palembang, jurnalsumatra.com – Tingkat dan persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan pada periode 2009-2012 kecendrungannya menurun dari tahun ke tahun. Pada Maret tahun 2009, jumlah penduduk miskin Provinsi Sumatera Selatan yaitu 1.167,87 ribu orang (16,28%), turun menjadi 1.125,73 ribu orang (15,47%) pada tahun 2010, turun lagi menjadi 1.077,67 ribu orang (14,24%) pada tahun 2011, dan kembali mengalami penurunan menjadi 1.063,81 ribu orang (13.95%).  Pada tahun 2012, jumlah penduduk miskin di periode Maret turun menjadi 1.059,13 ribu orang (13,78%) dan terus turun pada periode September 2012 menjadi 1.043,62 ribu orang (13,48%).

    Hal tersebut dikemukakan Yos Rudiansyah, MM selaku Kepala BPS Provinsi Sumsel dikantornya kepada jurnalsumatra.com “Jumlah penduduk miskin (penduduk yang dibawah garis kemiskinan) di Privinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret 2016 sebanyak 1.101,192 atau sebesar 13,54 persen. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2015 yang berjumlah 1.112,526 orang (13,77%) berarti jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 11,334 orang atau 0,23 persen” jelasnya.

    Dikatakannya, selama periode September 2015-Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 13,789 orang, atau sebesar 0,23 persen. Tetapi di daerah perdesaan mengalami penurunan sebanyak 25,132 orang, atau sebesar 0,48 persen.

    Komposisi penduduk miskin menurut daerah tempat tinggal (perkotaan dan perdesaan) tidak banyak berubah, di mana sebagian besar (65,99%) penduduk miskin berada di daerah perdesaan pada Maret 2016.

    Menurutnya, garis kemiskinan bulan Maret 2016 di provinsi Sumatera Selatan adalah sebesar Rp. 351,984,- lebih besar 3,23 persen dibandingkan September 2015, Garis kemiskinan di daerah perkotaan sebesar Rp. 388.060,- sedangkan garis kemiskinan di daerah perdesaan adalah sebesar Rp. 331.570,-.

    Dibandingkan bulan September 2015, garis kemiskinan mengalami kenaikan baik di perkotaan maupun pedesaan, meningkat sebesar 2,46 persdeen dan 3,62 persen.

    Sedangkan pada periode September 2015-Maret 2016, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan kenaikkan, tetapi Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) kecendrungannya menurun, ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin menjauhi garis kemiskinan tetapi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk misikin semakin berkurang.

    Jika dilihat berdasarkan daerah perkotaan dan pedesaan, maka Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan nilainya meningkat, Akan tetapi nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan mengalami penurunan.

    “Pada bulan Maret 2016, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan naik menjadi 1.788 dan di pedesaan turun menjadi 2,143. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan naik menjadi sebesar 0,365, bahwa tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan di perkotaan terjadi kenaikan, tetapi tingkat kedalaman dari keparahan di pedesaan semakin menurun nilainya.” Pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com