• Tes DNA Untuk Menguatkan Pemeriksaan

    0

    Palu, jurnalsumatra.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menekankan bahwa untuk menguatkan pemeriksaan fisik dua jenazah gembong teroris Poso yakni Santoso dan Muktar, pihaknya akan melakukan tes DNA (deoxyribonucleic acid).
    “Tim DVI (disaster victims identification) telah mengambil sampel DNA pembanding dari keluarga Santoso dan Mukhtar,” katanya di Palu, Rabu petang.
    Adapun tes DNA, kata Kapolri, sebenarnya hanya dibutuhkan bila jenazah sudah dalam kondisi rusak dan tidak dapat dikenali secara fisik lagi.
    “Tetapi untuk lebih meyakinkan lagi, kami tetap akan melakukan tes DNA tersebut walupun pemeriksaan secara fisik sudah diyakini 100 persen jenazah itu adalah Santoso,” ujarnya.
    Menurut Kapolri, pemeriksaan fisik dari sidik jari Santoso  telah sama dengan data yang dimiliki oleh Polda Sulteng. Polisi memiliki sidik jari Santoso karena yang bersangkutan pernah diproses hukum pada 2005 silam.
    Sementara untuk tanda sekunder, terdapat luka tembak di bagian paha.
    “Jadi kami memastikan itu 100 persen Santoso, dikuatkan dengan pengamatan dan keterangan keluarga dan saksi-saksi lainnya,” ujarnya.
    Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan bahwa Polda Sulteng dan tim DVI Mabes Polri telah menyelesaikan pengambilan sampel pembanding DNA untuk jenazah Santoso dan Mukhtar.
    “Kami telah menyelesaikan pengambilan sampel Selasa malam,” katanya.
    Hari menjelaskan pengambilan sampel pertama dilakukan kepada keluarga Santoso yakni istri dan kedua anaknya, sekitar pukul 19.30 WITA di Polda Sulteng. Sementara untuk keluarga Mukhtar, pihak Polda dan DVI mengunjungi keluarganya di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.
    “Kami menunggu keluarga Mukhtar sampai tengah malam, namun tidak datang, jadi alternatifnya pihak DVI yang mengambil sendiri untuk sampel istri dan anak perempuannya di kediaman mereka,” ungkapnya.
    Menurut dia, semua prosedur teknis telah dilakukan tinggal menunggu hasil tes DNA saja. Selama pengambil sampel, pihak keluarga tidak didampingi kuasa hukum atau pun lembaga bantuan hukum.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com